Sleman Siaga Kemarau 9 Bulan, Daerah Rawan Air dan Antisipasi Kebakaran Dipetakan
Haris Martapa memberikan keterangan terkait distribusi logistik dan kesiapsiagaan penanganan bencana di Kabupaten Sleman.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman mulai bersiap menghadapi potensi kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga sembilan bulan ke depan.
Antisipasi dilakukan lebih awal guna menekan risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran yang kerap meningkat saat musim kering.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa, mengatakan prediksi kemarau panjang tersebut telah dirilis dan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan lintas sektor.
“Terkait prediksi kemarau panjang, memang ini sudah ada rilisnya. Artinya, kita harus mulai bersiap, kemungkinan untuk sekitar sembilan bulan ke depan,” katanya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
BACA JUGA : BPBD Bantul Siaga Cuaca Ekstrem, Ancaman Puting Beliung Mengintai
BACA JUGA : Gerakan Tanah Ancam Rumah Warga di Pajangan Bantul, BPBD Beri Atensi Tinggi
Hal ini dinilai krusial karena dampak kemarau tidak hanya menyentuh satu sektor, tetapi melibatkan berbagai aspek mulai dari ketersediaan air hingga potensi bencana.
“Oleh karena itu, kami melakukan koordinasi lintas OPD. Hal ini penting karena kondisi kering nantinya berpotensi meningkatkan risiko, misalnya kebakaran,” ucapnya.
Selain risiko kebakaran lahan dan permukiman, ancaman lain yang menjadi perhatian utama adalah ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
BPBD Sleman telah melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, khususnya di daerah-daerah yang selama ini menjadi langganan kekurangan air saat musim kemarau.
“Untuk potensi kekurangan air bersih, kami sudah melakukan mitigasi dengan memetakan daerah-daerah yang rawan kekurangan air,” tuturnya.
BACA JUGA : BPBD DIY Teliti Penyebab Tanah Bergerak di Bantul, Apakah Faktor Alam?
BACA JUGA : BPBD Sleman Imbau Warga Waspada Cuaca Tak Menentu
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: