BPBD Sleman Siagakan Posko Bencana 24 Jam Selama Libur Lebaran

BPBD Sleman Siagakan Posko Bencana 24 Jam Selama Libur Lebaran

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Raden Haris Martapa menjelaskan kesiapsiagaan bencana dan aktivasi Posko Lebaran 2026 di Posko Utama Pakem, Sleman.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

BACA JUGA : BPBD Bantul Minta Lima Warga Mengungsi Usai Tebing Longsor di Imogiri

BACA JUGA : BPBD Sleman Tetapkan Dua Status Siaga, Merapi dan Cuaca Ekstrem

Koordinasi dilakukan bersama Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dinas Perhubungan, serta komunitas relawan untuk memastikan jalur evakuasi dan akses wisata tetap aman.

Perhatian khusus juga diberikan pada kawasan wisata di lereng Gunung Merapi, yang menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan saat musim libur Lebaran.

Selain kesiapan operasional, BPBD Sleman juga memperkuat kesiapsiagaan wilayah dengan melibatkan pemerintah kalurahan, unit operasional daerah, hingga komunitas relawan.

Koordinasi tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta mekanisme respons awal jika terjadi bencana.

“Selain kesiapan tim, kami juga memperkuat edukasi kepada masyarakat agar memahami langkah-langkah mitigasi saat terjadi hujan lebat atau angin kencang,” tuturnya. 

Pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk terus memantau informasi resmi mengenai kondisi cuaca serta potensi bencana.

BACA JUGA : BPBD Sleman Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Lebaran 2026

BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Jogja, BPBD Perpanjang Status Siaga hingga Maret 2026

Upaya mitigasi juga diperkuat di berbagai wilayah dan destinasi wisata. 

Pengelola kawasan wisata diimbau melakukan berbagai langkah pencegahan seperti pemangkasan pohon yang berisiko tumbang, penguatan tebing rawan longsor, serta pengecekan jalur evakuasi dan titik kumpul.

Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan potensi risiko bagi wisatawan maupun masyarakat yang beraktivitas selama masa libur Lebaran.

BPBD Sleman juga menegaskan bahwa upaya kesiapsiagaan tidak berhenti pada tahap persiapan saja, tetapi terus dilakukan melalui pemantauan kondisi lapangan dan evaluasi berkala.

“Pemantauan dan evaluasi akan terus kami lakukan agar seluruh langkah mitigasi yang sudah disiapkan tetap efektif dalam menghadapi potensi bencana,” imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: