Bupati Bantul Uji Coba Skema Tiket Pantai Selatan
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan rencana evaluasi dan kemungkinan uji coba skema tiket baru untuk destinasi wisata Pantai Selatan Bantul.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Bantul membuka peluang melakukan uji coba skema tiket baru untuk destinasi wisata Pantai Selatan Bantul.
Kebijakan tersebut muncul sebagai respons atas berbagai masukan dari pengelola destinasi wisata yang mengusulkan evaluasi terhadap sistem tiket yang selama ini diterapkan.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan aspirasi dari pengelola wisata akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola sektor pariwisata di kawasan pesisir selatan Bantul.
Menurutnya, pemerintah tidak mempermasalahkan besaran tarif tiket selama kebijakan tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Bagi saya tidak ada masalah, mau Rp15.000, Rp10.000, Rp5.000 atau nol sekalipun, tapi tujuannya itu harus jelas. Wisatawan bertambah, begitu juga spending money mereka,” katanya, Rabu (4/3/2026).
BACA JUGA : Pria 42 Tahun di Bantul Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Tiang Lampu di Rumah Baru
BACA JUGA : Gerebek Toko Miras di Bantul, Polisi Sita Puluhan Botol Alkohol Ilegal
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari kebijakan pengelolaan destinasi wisata bukan semata-mata menarik retribusi dari wisatawan, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem pariwisata yang mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan wisata.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan dan pengeluaran mereka selama berkunjung, maka pelaku usaha lokal seperti pedagang, penyedia jasa wisata, hingga pelaku usaha kecil di sekitar pantai juga akan merasakan dampak ekonomi yang lebih besar.
Namun di sisi lain, ia menegaskan bahwa pengelolaan destinasi pariwisata membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit.
Pemerintah daerah harus memastikan berbagai aspek pelayanan wisata dapat berjalan dengan baik demi memberikan pengalaman yang nyaman bagi pengunjung.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan pembiayaan pengelolaan destinasi meliputi berbagai aspek penting, mulai dari menjaga kebersihan kawasan wisata, penyediaan fasilitas umum, hingga memastikan keamanan bagi para wisatawan yang datang.
“Pengelolaan destinasi pariwisata, termasuk Pantai Bantul, membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung harus dijaga agar wisatawan merasa puas,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: