Bertemu Sri Sultan, Wamenkes RI Beberkan Alasan DIY Diawasi Stunting dan TBC
Usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri), Kamis (29/1/2026), Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus (kanan) menegaskan pentingnya kerja lintas sektor dan dukungan pemerintah daerah dalam akselerasi program kesehatan nasional.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, menyatakan bahwa pemerintah pusat saat ini fokus penanganan stunting melalui program makan bergizi gratis dan percepatan pemberantasan penyakit tuberkulosis (TBC).
Benjamin menyebutkan program makan bergizi gratis digagas bersama Badan Gizi Nasional dengan tujuan menekan angka stunting dan gizi buruk sejak masa persiapan kelahiran hingga usia 18 tahun.
Selain itu, yang menjadi fokus pemerintah adalah pemberantasan penyakit TBC. Benjamin menyebut Indonesia masih menempati peringkat kedua dunia dengan kasus TBC tertinggi.
“Indonesia adalah negara nomor dua di dunia dengan status TBC tertinggi. Maka kita bersama pemerintah daerah, termasuk Jogja, melakukan akselerasi dengan dukungan langsung dari Gubernur DIY,” ujar Benjamin usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (26/1/2026).
BACA JUGA : Kelakar ke Sri Sultan soal Umur, Menkes Budi: Harus Kepala 9 hingga 100 Tahun
BACA JUGA : Fenomena Berobat ke Luar Negeri Masih Tinggi, Ini Strategi Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menurut Benjamin, percepatan penanganan TBC menjadi salah satu quick win pemerintah, sehingga membutuhkan cara kerja luar biasa yang melibatkan lintas sektor.
“Karena ini merupakan quick win pemerintah, maka dilakukan cara kerja yang extraordinary. Pendataan dan cara kerjanya melibatkan lintas sektoral,” katanya.
Dia menekankan bahwa pemberantasan TBC tidak hanya menjadi tugas tenaga medis, tetapi juga membutuhkan perbaikan faktor pendukung seperti sanitasi, gizi, dan lingkungan.
“Pemberantasan TBC bukan hanya tugas dokter, bukan hanya mengobati pasien, tapi juga memperbaiki sanitasinya, gizinya. Banyak faktor pendukungnya,” jelasnya.
BACA JUGA : Wamenkes: Jogja Jadi Contoh Penanganan TBC Berbasis Kolaborasi Lintas Sektor
BACA JUGA : Super Flu Varian Baru Muncul, Menkes Budi: Bukan COVID dan Tidak Perlu Panik
Benjamin juga mengapresiasi dukungan penuh Gubernur DIY dalam pelaksanaan program kesehatan nasional di wilayah Yogyakarta.
“Kami sangat berterima kasih bahwa Ngarsa Dalem mendukung penuh semua kegiatan ini dan akan mengontrol serta mengawasi langsung,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: