Bajaj Maxride Gandeng Komunitas BAJURI, Perkuat Layanan Transportasi dan Pariwisata Jogja
Bajaj Maxride menggandeng komunitas BAJURI untuk memperkuat layanan transportasi berbasis ekonomi sosial di Yogyakarta, kolaborasi mitra pengemudi, komunitas bajaj, dan pelaku pariwisata lokal ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan pengemudi.--dok. Bajaj Maxride
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Bajaj Maxride berkomitmen dalam mengembangkan bisnis transportasi berbasis ekonomi sosial dengan mengedepankan kolaborasi terbuka antara mitra pengemudi dan manajemen perusahaan.
Pendekatan kolaboratif tersebut diterapkan secara konsisten dalam seluruh operasional Bajaj Maxride di Kota Yogyakarta, dengan tujuan memaksimalkan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat ekosistem transportasi dan pariwisata lokal.
Dalam implementasinya, Bajaj Maxride menjadikan kolaborasi sebagai fondasi utama operasional agar para mitra pengemudi memperoleh peluang pendapatan yang optimal serta ruang partisipasi aktif dalam pengembangan layanan.
Salah satu figur sentral dalam model kolaborasi ini adalah Sapto, yang dikenal sebagai penggerak utama sekaligus penghubung berbagai komunitas pengemudi Bajaj Maxride di Yogyakarta.
BACA JUGA : Klarifikasi Max Auto Soal Bajaj Online di Jogja, Minta Aturan Transportasi yang Adil
BACA JUGA : Bentor dan Bajaj Online Masih Beroperasi, Hasto: Itu Transportasi Tradisional Jogja?
Sapto merupakan pembina komunitas pengemudi BAJURI (Bajaj Jogja Untuk Rakyat Indonesia), yang berperan penting dalam memperkuat solidaritas antar pengemudi, meningkatkan kualitas layanan, serta menjadi simbol perjuangan transportasi rakyat yang berdaya saing dan bermartabat.
“Para pengemudi tidak hanya berperan sebagai operator kendaraan, tetapi juga menjadi duta pariwisata yang memperkenalkan keramahan, nilai budaya, dan kearifan lokal Yogyakarta kepada wisatawan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).
Selain BAJURI, Sapto juga berhasil membangun sinergi lintas komunitas pengemudi Bajaj Maxride sesuai wilayah dan segmentasi layanan. Beberapa komunitas tersebut di antaranya Bajaj Njero Benteng (BNB) yang fokus melayani kawasan dalam benteng dan area heritage, Bajaj Berkah Jogja (BBJ), serta Bajaj Team Sleman (BATMAN) yang melayani wilayah utara Yogyakarta.
“Untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antar mitra pengemudi, dibentuk pula Alliance of Driver Juragan (ADJ) sebagai platform komunikasi dan koalisi. ADJ berfungsi menjaga hubungan kerja yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan antara mitra pengemudi dan manajemen,” jelasnya.
BACA JUGA : Becak Listrik vs Bentor, DPRD DIY Nilai Transportasi Lama Tak Penuhi Standar
BACA JUGA : Sri Sultan Uji Coba Becak Listrik, Tegaskan Bentor Akan Dihapus dan Dimusnahkan
Tidak hanya penguatan internal komunitas, Bajaj Maxride juga mengembangkan berbagai inisiatif kolaboratif produktif guna meningkatkan pendapatan mitra pengemudi sekaligus memperkuat ekosistem wisata lokal. Kerja sama strategis dilakukan dengan sejumlah pelaku usaha dan brand lokal, seperti Oleh-Oleh Krisna, Satrio Agung, 25, Sulthan, Jorkem, hingga Bakpia Jogja Kembali.
Selain itu, kolaborasi juga terjalin dengan sejumlah hotel ternama di Yogyakarta, di antaranya Hotel Tentrem, Jambuluwuk, Eastparc, dan D’Senopati. Kerja sama ini bertujuan mendukung mobilitas tamu hotel melalui layanan transportasi wisata yang unik, nyaman, dan berkarakter lokal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: