Merapi Meluncur hingga 120 Kali Sehari, BPBD Sleman Pastikan Masih Aman

Merapi Meluncur hingga 120 Kali Sehari, BPBD Sleman Pastikan Masih Aman

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Raden Haris Martapa, memberikan keterangan terkait aktivitas Gunung Merapi di Sleman, Senin (12/1/2025).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Raden Haris Martapa, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang terkait aktivitas Gunung Merapi yang belakangan tampak meningkat. 

Pernyataan itu ia sampaikan saat menanggapi kekhawatiran masyarakat terhadap potensi bahaya erupsi.

"Terkait Gunung Merapi, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Aktivitas Merapi masih berada pada level seperti biasanya,” katanya, Senin (12/1/2025). 

Meski terlihat jelas adanya luncuran material dari puncak gunung, terutama saat cuaca cerah, hal tersebut merupakan bagian dari aktivitas harian Merapi. 

BPBD Sleman menegaskan fenomena visual tersebut tidak serta merta menjadi indikator bencana.

"Jika cuaca cerah, luncuran material memang tampak jelas dan terlihat besar, namun sejatinya hal tersebut merupakan aktivitas harian,” jelasnya.

BACA JUGA : Status Siaga Darurat Diperpanjang, BPBD Kota Yogyakarta Siagakan Posko Darurat

BACA JUGA : Jembatan Winongo Bantul Tergerus Sungai, BPBD Tutup Sementara dan Masyarakat Diminta Gunakan Jalur Alternatif

BPBD Sleman juga memberikan informasi jarak aman bagi warga sekitar, terutama bagi yang berada di kaki gunung. 

Jarak aman yang disarankan adalah lima kilometer dari arah Turgo. 

Saat ini, luncuran terjauh yang tercatat hanya sekitar 2.500 meter dari puncak, sehingga masih berada dalam batas aman.

"Arah luncuran cenderung menuju Sungai Krasak, Sungai Boyong, serta Sungai Bereng dan Putih di wilayah Magelang. Dengan demikian, masih terdapat jarak aman sekitar 2.500 meter,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, fenomena luncuran magma dan material guguran yang terlihat signifikan sebenarnya merupakan aktivitas rutin yang terjadi setiap hari.

“Sejak erupsi lima tahun lalu, setiap hari selalu terjadi luncuran, baik dari magma maupun material guguran, dengan frekuensi sekitar 50 hingga 120 kali per hari,” ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: