BPBD Sleman Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Pergerakan Material Gunung Merapi
Gunung Merapi kembali erupsi guguran pada Rabu pagi (12/11/2025) dengan jarak luncur awan panas mencapai 1.700 meter ke arah barat daya Kali Krasak.--dok. BPPTKG
SLEMAN, diswayjogja.id - Kepala Pelaksana BPBD Sleman, R. Haris Martapa, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada menghadapi angin kencang yang belakangan melanda beberapa wilayah di Sleman.
Fokus utama penanganan terjadi di tujuh titik, dengan konsentrasi terbesar di sekitar kota Sleman.
“Kemarin, beberapa wilayah memang menjadi fokus. Terbanyak berada di sekitar Sleman, dengan tiga titik utama, kemudian wilayah timur ada dua titik, dan satu titik lagi saya lupa, sehingga total sekitar tujuh titik,” katanya, selasa (25/11/2025).
BPBD Sleman menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami memohon kepada masyarakat untuk membantu memelihara pohon-pohon yang terlalu tinggi atau terlalu rimbun, terutama yang dekat jaringan listrik, jalan, atau fasilitas umum. Hal ini penting agar tidak menimbulkan bahaya saat angin kencang, karena banyak pohon yang roboh dan menimbulkan risiko,” ucapnya.
Selain itu, warga juga diimbau untuk memperhatikan kondisi saluran air di sekitar rumah.
BACA JUGA : Vanda Tricolor Hampir Punah, Festival Anggrek Merapi Bongkar Krisis Ekologi yang Diabaikan
BACA JUGA : Seribu Penari Gerakkan Lereng Merapi, Festival Budaya Hargobinangun Banjir Ribuan Pengunjung
Banyak sumbatan disebabkan sampah plastik dan material lain yang bisa menyebabkan genangan saat hujan.
"Kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga lingkungan tetap aman," tuturnya.
Langkah pencegahan lain yang dilakukan BPBD adalah patroli rutin ke titik-titik rawan, serta koordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan untuk memastikan keselamatan warga.
“Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif, karena keselamatan lingkungan dan warga adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap aktivitas Gunung Merapi.
Saat ini, timbunan pasir dan material dari gunung berapi tersebut terkonsentrasi ke dua arah, yakni Barat Daya sekitar 4,2 juta meter kubik dan Tenggara sekitar 3,1 juta meter kubik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: