Digitalisasi Pembiayaan, UMKM Yogyakarta Kini Bisa Galang Dana Lewat SCF
Proses Pitching Sambatan Digital Jogja - Urun Daya, Urun Dana, Urun Asa, yang diikuti diikuti 22 pelaku usaha potensial dari berbagai sektor, di Yogyakarta, Rabu (8/10/2025).--Dok. Pemkot YK
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital.
Melalui kegiatan Pitching Showcase bertajuk “Sambatan Digital Jogja - Urun Daya, Urun Dana, Urun Asa”, Pemkot Yogyakarta mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan skema Securities Crowdfunding (SCF) sebagai alternatif pendanaan yang transparan dan inklusif.
Kepala Bagian Perekonomian dan Kerja Sama Setda Kota Yogyakarta, Danang Yulisaksono, mengatakan SCF merupakan salah satu instrumen pembiayaan digital yang memungkinkan usaha berbadan hukum untuk menghimpun dana masyarakat secara aman dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kegiatan Sambatan Digital ini berangkat dari nilai gotong royong yang mengakar kuat di masyarakat Yogyakarta. SCF menjadi modernisasi dari semangat sambatan, di mana pelaku usaha bisa menghimpun dukungan publik secara digital dengan prinsip transparansi dan kebersamaan,” kata Danang di Yogyakarta, Rabu (8/10/2025).
BACA JUGA : UMKM Yogyakarta Makin Melek Hukum, Ada 7500 Lebih Pendaftaran Merek di 2025
BACA JUGA : Pekan Peken Seni Warungboto, Tampilkan Kreativitas dan Penggerak Ekonomi Pelaku UMKM
Menurutnya, Sambatan Digital Jogja menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk membangun ekosistem ekonomi inklusif berbasis gotong royong
“Kami ingin memperkuat ekosistem SCF di tingkat daerah agar semakin banyak usaha potensial yang tumbuh dengan dukungan pendanaan publik. Pemerintah hadir sebagai fasilitator, agar semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi bisa benar-benar tumbuh dari pelaku usaha sendiri,” ujarnya.
Danang menegaskan, Pemkot Yogyakarta bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar semakin banyak pelaku usaha lokal siap memasuki ekosistem pembiayaan digital tersebut.
Sementara itu, Direktur Bisnis dan Co-Founder LBS Urun Dana, Murdani Aji, mengatakan kehadiran SCF menjadi peluang besar bagi UMKM di daerah untuk naik kelas tanpa harus bergantung pada pinjaman konvensional.
BACA JUGA : Jurnalisme di Era AI, Dewan Pers dan Komdigi Dorong Literasi Digital Jurnalis
BACA JUGA : Yogyakarta Percepat Penerapan Parkir Digital QRIS, Target 700 Titik Tahun 2026
“Banyak pelaku UMKM sudah punya produk bagus dan pasar jelas, tapi terhambat di pembiayaan. SCF memberi mereka kesempatan scale up dengan dukungan masyarakat. Kuncinya adalah kesiapan bisnis dan kepercayaan publik,” terangnya.
Dengan terselenggaranya Pitching Showcase ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha di Kota Yogyakarta yang berani memanfaatkan pembiayaan digital sebagai langkah menuju kemandirian ekonomi berbasis teknologi dan partisipasi publik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: