Unik, Ada Lomba Cari Puntung Rokok di Acara Selasa Wagen Malioboro
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo (kiri), menginisiasi lomba untuk mencari dan memungut puntung rokok bagi wisatawan di kawasan Malioboro, Selasa (2/7/2025) malam, disela acara Pentas Seni Selasa Wagen. --Dok. Pemkot YK
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Suguhan Pentas Seni acara Selasa Wagen di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, diminati oleh masyarakat dan wisatawan, termasuk keseruan lomba mencari puntung rokok.
Lomba dadakan itu diinisiasi oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, untuk mencari dan memungut puntung rokok di kawasan Malioboro, Selasa (2/7/2025) malam.
Uniknya, lomba dadakan ini kriteria pemenangnya bukan dari banyak putung rokok yang terkumpul, tapi dari usia partisipasi pengunjung.
Sehingga seluruh pengujung langsung berhamburan dan segera mencari putung rokok, di mana akhirnya Hasto memilih dua orang pengunjung yang tertua dan termuda.
BACA JUGA : Ingatkan Sanksi Berat, Satpol PP Razia Warung Penjual Rokok Ilegal di Kota Yogyakarta
BACA JUGA : Dimulai dari Plaza Malioboro, Pekan Ini Pemkot Yogyakarta Targetkan Verifikasi 20 Tempat Khusus Merokok
Dua orang yang terpilih adalah Paulina Surani dengan usia 68 tahun dan Inara 4,5 tahun. Kedua orang yang beruntung ini langsung mendapatkan uang tunai Rp1 juta.
"Lomba ini bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk mewujudkan kawasan Malioboro bebas asap rokok," ujarnya.
Pihaknya pun mengimbau kepada para wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta agar ikut menjaga kebersihan Kota Yogyakarta, terutama di obyek wisata seperti Kawasan Malioboro.
"Mari kita semua menjaga dan memelihara destinasi wisata yang ada di Kota Yogyakarta," terangnya.
BACA JUGA : Sri Sultan HB X Ingatkan Pengunjung Tak Merokok di Kawasan Malioboro, Minta Petugas Persuasif
BACA JUGA : Sebanyak 200 Pelanggar Larangan Merokok di Malioboro, Bakal Disidang di Tempat
Hasto juga menekankan pentingnya kesadaran dan kedisiplinan dalam pengelolaan sampah, terutama dalam membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi sampah dari sumbernya.
"Yang terpenting adalah mengubah perilaku masyarakat dalam membuang sampah. Karena masalah kebersihan lingkungan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan warga secara umum," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: