Dokter Supriyatiningsih, Dosen UMY Lakukan Riset IndoCerca Deteksi Dini Kanker Serviks

Dokter Supriyatiningsih, Dosen UMY Lakukan Riset IndoCerca Deteksi Dini Kanker Serviks

dr. Supriyatiningsih, Warek UMY bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi saat menyampaikan presentasi IndoCerca di Jerman pada 2023, sebelum mendapatkan nominasi penghargaan GLOHRA, yang akan diberikan pada Jumat, 6 Juni 2025 mendatang di Berlin, Jerman.--Dok. BHP UMY

BANTUL, diswayjogja.id - Sebagai langkah konkrit dalam menekan penambahan jumlah kasus kanker serviks di Indonesia, dr. Supriyatiningsih, dosen kedokteran sekaligus Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mengusung penelitian berjudul 'IndoCerca: Community Cervical Cancer Screening and Prevention in Indonesia'.

Tak sendiri, dr. Supriyatiningsih bersama sejumlah peneliti lainnya melakukan langkah tersebut diantaranya Prof. Peter Hillemanns (Medizinische Hochschule Hannover (MHH)), Prof. Dr. Jörg Haier (Comprehensive Cancer Center Mecklenburg-Vorpommern (CCC-MV)), dr. Detty Siti Nurdianti (Universitas Gadjah Mada) dan Prof. Ova Emilia (Universitas Gadjah Mada).

Penelitian IndoCerca tersebut dilakukan dengan menekankan metode deteksi dini yang masal, tidak mahal, dan user friendly.

“Tujuan utama dan jangka panjang dari proyek penelitian ini adalah untuk menetapkan strategi komunitas secara klinis efektif, efisien secara biaya, dan diinginkan guna memungkinkan eliminasi kanker serviks,” jelas dr. Supriyatingsih, Senin (2/6/2025). 

BACA JUGA : Lahirkan 112 Dokter Baru, UMY Tekankan Tanggungjawab Profesi dan Nilai Keislaman dalam Praktiknya

BACA JUGA : Dipesan Persija Jakarta, UMY Renovasi Lapangan Sepak Bola Berstandar Internasional

Dokter yang akrab disapa dr. Upi ini menyebutkan, Ia bersama tim penelitinya mengusulkan self sampling sebagai alternatif dalam metode deteksi dini kanker serviks.

Self sampling dengan menggunakan HPV DNA ini juga menjadi salah satu metode yang berbeda dan belum ada di Indonesia, sebab tidak menggunakan asam cuka untuk melihat kanker serviks hanya dengan perubahan di mulut rahim.

Selain itu, alat pada self sampling juga bisa dibawa pulang untuk memudahkan pasien dalam melakukan pendeteksian dengan dua opsi cara, yakni melalui urin dan swab.

“Terdapat tiga jenis alat yang kemarin disebarkan ke 21 puskesmas di Kulon Progo, yakni self FLOQSwabs, Viba brush, dan Colli – Pee. Dari 21 puskesmas tersebut, alat self sampling telah diuji cobakan kepada 2.056 perempuan. Dalam prosesnya, ketika hasil test sudah keluar dan menunjukkan nilai positif maka langsung kami rujuk ke RS. Sardjito,” jelas Wakil Rektor UMY bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi ini.

BACA JUGA : Diikuti 31 Negara, UMY Gelar Festival Kuliner dan Budaya Internasional ICCF 2025

BACA JUGA :  UMY Gandeng Ratusan Guru BK se-DIY, Siap Berkomitmen Membina Generasi Muda

Masuk Nominasi Penghargaan GLOHRA Prize for Global Health Research

Hasil riset yang didanai oleh Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ, German) ini juga telah diadopsi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) guna skrining kanker serviks di Indonesia dengan nama program “Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim di Indonesia tahun 2023 – 2030”.

Melalui riset yang telah dilakukan sejak tahun 2023 hingga 2024 ini, dr. Upi pun berhasil mendapatkan nominasi GLOHRA Prize for Global Health Research, sebagai peneliti dengan research terbaik bersama empat peneliti lainnya dari German Alliance for Global Health Research (GLOHRA).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: