Interpretasi Sejarah Sumpah Pemuda, Disbud Bantul Adakan Pameran Surat Menyirat yang Hadirkan Banyak Seniman

Interpretasi Sejarah Sumpah Pemuda, Disbud Bantul Adakan Pameran Surat Menyirat yang Hadirkan Banyak Seniman

Disbud Bantul adakan pameran Surat Menyirat dalam rangka interpretasi sejarah Sumpah Pemuda--Foto by bantulpedia

BACA JUGA : Pertegas Eksistensi Pencak Silat, Jogja Kembali Gelar Pentjak Wisata Budaya 4

Pameran seni rupa dengan tema 'Surat menyirat" memiliki makna mendalam bagi perkembangan seni di Kabupaten Bantul.

"Melalui karya seni ini, para seniman ingin menyampaikan pesan- pesan mulia secara tersirat , agar dapat dinikmati dan dirasakan secara mendalam oleh para penikmatnya," katanya.

Seni memiliki peran penting dalam memelihara nilai-nilai kebudayaan daerah serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan seni dan budaya sebagai identitas bangsa yang perlu dijaga .

"Karena itu saya mengapresiasi kegiatan seni budaya yang terus digalakkan di Kabupaten Bantul. Saya berharap melalui karya- karya seni  yang ditampilkan dalam pameran ini dapat memberikan inspirasi untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi seninya kepada para seniman,"paparnya.  

Kerjasama Disbud dengan Kurator dan Seniman

Sementara menurut Kepala Disbud Bantul, Yanatun Yunadiana SSi MSi, penyelenggaraan pameran ini bekerjasama dengan kurator Prima Abadi Sulistyo dan seniman yang ada di Kabupaten Bantul dan DIY.

Seperti Ampun Sutrisno, Beny Cahya, Dyah Retno, Enka Komariah, Febri Anugerah, Iswanjono, Kuat, Lintang Raditya, Muhammad Iqbal, Pangestumu, Subandi Giyanto, Suranto Kenyung, Suwarno Wisetrotomo, Yaksa Agus, Nashiira Shinta dan Torres yang menampilkan karya seni 2 dimensi dan 3 dimensi.

Interpretasi Sejarah Sumpah Pemuda di Masa Kini

Melalui pameran ini, bisa mencoba menginterpretasikan peristiwa sejarah Sumpah Pemuda di masa kini. 

Beragam aktivasi yang ada dalam pameran Surat Menyirat antara lain:

BACA JUGA : Pertegas Eksistensi Pencak Silat, Jogja Kembali Gelar Pentjak Wisata Budaya 4

BACA JUGA : Aktivis hingga Mahasiswa Jogja Gelar Aksi Setelah Jokowi Lengser, Ini Rincian Tuntutannya

  1. Workshop Berkain dengan narasumber Dilla Auliya Dina (25 Oktober 2024 Pukul 15.00 WIB – selesai)
  2. Workshop Penulisan Puisi dan Pembacaan Puisi dengan narasumber Dr Sri Kuncoro MA dan Tedi Kusyairi (26 Oktober 2024 Pukul 09.00 WIB – selesai)
  3. Lomba Menggambar untuk siswa SD dengan juri Taufiqur Rohman dan Herianto Maidil (27 Oktober 2024 Pukul 09.00 WIB – selesai)
  4. Bincang Sejarah Sumpah Pemuda dengan narasumber Dr Ahmad Athoillah MA dan KH Muhammad Jadul Maula (28 Oktober 2024 Pukul 09.00 WIB – selesai).

"Kami berharap sejarah yang ada di Indonesia dapat terus dikenal oleh generasi penerus, terjaga persatuan dan kesatuan Indoneia, serta terus berkembangnya seni budaya khususnya di Kabupaten Bantul," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harianjogja.com