Nama Alumni UNY Terseret Dugaan Pemalsuan Riset Internasional, Kampus Buka Suara

Nama Alumni UNY Terseret Dugaan Pemalsuan Riset Internasional, Kampus Buka Suara

UNY tengah mendalami dugaan pemalsuan riset ilmiah internasional yang menyeret nama dua alumni Matematika. Kampus menegaskan masih melakukan klarifikasi dan belum menerima laporan resmi.--dok. IST

"Kalau Riffaldi itu Matematika S1. Kalau Prihantini juga Matematika S1. Tapi sekali lagi kami perlu klarifikasi dan konfirmasi dulu," terangnya.

Prof. Nur menambahkan, apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran etik akademik, maka kasus tersebut akan dibawa ke komite etik kampus untuk ditindaklanjuti.

BACA JUGA :  Mahasiswa UNY Gelar Aksi Damai “Menjemput Ari”, Tuntut Keadilan dan Tuding Kriminalisasi Aktivis Kampus

BACA JUGA :  Diduga Salah Sasaran, Mahasiswa Sleman Jadi Korban Pengeroyokan di Seyegan

"Di aturan akademik itu memang ada tingkatan-tingkatan pelanggaran. Setelah alumni tentu beda kasusnya, maka kami akan bawa ke komite etik kalau memang benar terjadi pelanggaran," imbuhnya.

Kasus ini mencuat setelah nama Rifaldy Fajar menjadi sorotan publik terkait dugaan kejanggalan riset ilmiah yang dipresentasikan dalam konferensi internasional bidang pneumonia di Kopenhagen, Denmark.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, Rifaldy disebut merupakan alumni Program Studi Matematika UNY angkatan 2014 dan pernah meraih predikat mahasiswa berprestasi utama pada 2017.

Polemik bermula dari unggahan akun media sosial Threads yang menyoroti dugaan pergantian identitas saat presentasi penelitian serta kemungkinan fabrikasi data dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penyusunan riset.

BACA JUGA : Dorong Riset Skala Internasional, UMY Gelar ICoSI dan ICCS 2025 Terima Ribuan Penelitian dari 30 Negara

BACA JUGA : Manuskrip Fiqh al-Zakat Diteliti Ulang, UNU Jogja dan BAZNAS Hidupkan Warisan Ulama Nusantara

Selain itu, warganet juga mempertanyakan validitas afiliasi akademik yang digunakan dalam penelitian tersebut, termasuk klaim mengenai departemen bedah transplantasi hati di UNY yang disebut tidak pernah ada.

Hingga kini belum ada kesimpulan resmi terkait dugaan pemalsuan riset tersebut. Namun kasus ini telah menjadi perhatian luas karena dinilai menyangkut integritas akademik dan kredibilitas peneliti Indonesia di forum internasional.

UNY pun memastikan akan terus melakukan penelusuran sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

"Kami klarifikasi dulu dan semoga nanti ada hasil yang jelas supaya ini tidak memperkeruh keadaan," pungkas Prof. Nur Hidayanto.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: