Sleman Siaga Kemarau 9 Bulan, Daerah Rawan Air dan Antisipasi Kebakaran Dipetakan
Haris Martapa memberikan keterangan terkait distribusi logistik dan kesiapsiagaan penanganan bencana di Kabupaten Sleman.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
Upaya mitigasi juga dilakukan melalui penguatan layanan air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Hingga saat ini, sambungan rumah (SR) terus ditambah untuk memperluas jangkauan distribusi air bersih ke masyarakat.
“Untuk kebutuhan air minum, PDAM sudah melakukan sambungan SR sekitar 950 hingga lebih dari 1.000 sambungan,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap menyiapkan skenario darurat apabila distribusi air bersih melalui jaringan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak.
BACA JUGA : BPBD Sleman Ingatkan Risiko Cuaca Ekstrem saat Mudik Lebaran
BACA JUGA : BPBD Sleman Siagakan Posko Bencana 24 Jam Selama Libur Lebaran
“Ke depan, kami juga menyiapkan langkah-langkah lanjutan, termasuk pemetaan sumber-sumber air yang bisa dimanfaatkan. Jika nantinya tidak mencukupi, maka akan dilakukan dropping air ke wilayah terdampak,” jelasnya.
Ia mengatakan upaya penanganan tidak hanya bergantung pada ketersediaan logistik, tetapi juga pada sinergi antar lembaga, termasuk dengan instansi teknis dan sektor pertanian.
“Kemudian, dari sisi kebijakan, kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti BBWSO, dinas terkait, serta sektor pertanian agar penanganannya bisa berjalan efektif dan tepat sasaran,” imbuhnya.
Menurutnya, bantuan logistik yang diterima BPBD sebagian besar telah didistribusikan untuk mendukung penanganan bencana yang sedang berlangsung.
Tingginya kebutuhan di lapangan membuat stok yang tersedia semakin berkurang.
BACA JUGA : BPBD Bantul Minta Lima Warga Mengungsi Usai Tebing Longsor di Imogiri
BACA JUGA : BPBD Sleman Tetapkan Dua Status Siaga, Merapi dan Cuaca Ekstrem
“Untuk bantuan tersebut, memang sudah kami terima dan sebagian logistik sudah kami distribusikan. Bahkan, sebagian sudah hampir habis karena digunakan untuk kebutuhan penanganan bencana,” sebutnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: