Tiket Pantai Bantul Rp15.000 Digugat, Pemkab Siap Uji Coba Tarif Murah

Tiket Pantai Bantul Rp15.000 Digugat, Pemkab Siap Uji Coba Tarif Murah

Wisatawan menikmati suasana pantai selatan Bantul. Pemkab Bantul membuka peluang menurunkan tarif masuk dari Rp15.000 demi mendongkrak kunjungan wisata.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

Sebab, besaran retribusi masuk kawasan pantai telah diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup), sehingga perubahan tarif harus melalui mekanisme administratif dan prosedur hukum yang berlaku.

Ia menyebut, pemerintah daerah tetap membuka ruang terhadap berbagai opsi, mulai dari penurunan tarif hingga kemungkinan pembebasan retribusi pada momentum tertentu apabila memang dinilai efektif mendongkrak kunjungan wisata.

“Perlu ada tahapan, ada prosedur, ada waktu untuk meninjau. Wacana sudah ada, bahkan tidak hanya sekadar penurunan, kalau memang perlu dibebaskan juga nggak masalah,” jelasnya.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan dukungannya terhadap rencana evaluasi tarif retribusi masuk kawasan pantai selatan yang belakangan ramai dikeluhkan wisatawan.

Menurutnya, besaran nominal tiket bukanlah persoalan utama. 

BACA JUGA : Pemkab Bantul Perbaiki 21 Ruas Jalan Kabupaten di Tengah Musim Hujan

BACA JUGA : Bantul Siap Sambut 1,8 Juta Pemudik, Operasi Lebaran Digelar H-7 hingga H+7

Lebih penting, kebijakan tarif harus mampu mendongkrak jumlah kunjungan sekaligus meningkatkan spending money wisatawan di destinasi.

“Bagi saya tidak ada masalah, mau Rp15.000, Rp10.000, Rp5.000 atau nol sekalipun, tapi tujuannya itu harus jelas. Wisatawan bertambah, begitu juga spending money mereka,” ucapnya. 

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Bantul membuka ruang lebar terhadap opsi penurunan tarif, bahkan pembebasan biaya masuk, selama berdampak nyata pada geliat ekonomi wisata pesisir.

Ia menekankan, ukuran keberhasilan kebijakan tidak berhenti pada angka retribusi yang masuk ke kas daerah, tetapi harus dilihat dari efek berantai terhadap pedagang, pelaku UMKM, jasa parkir, hingga usaha kuliner di kawasan pantai.

"Kita kejar bukan sekadar tiket masuk, tetapi bagaimana wisatawan datang lebih banyak dan membelanjakan uangnya di lokasi wisata,” tuturnya. 

BACA JUGA : Pergerakan Tanah di Pajangan Bantul Rusak 20 Rumah

BACA JUGA : Hindari Motor, Bus Tabrak Lampu Jalan di Ringroad Selatan Bantul

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pengelolaan kawasan pantai selatan membutuhkan biaya operasional yang tidak kecil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait