Gunung Merapi Erupsi Guguran Pagi Ini, Awan Panas Meluncur 2 Km ke Arah Barat Daya
Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran pada Senin (10/8/2026) pukul 06.46 WIB. BPPTKG mencatat jarak luncur sekitar 2 km ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih dan mengimbau warga menjauhi daerah bahaya.--dok. Induk Frekom 86
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran (APG) pada Senin (10/8/2026) pagi.
Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran meluncur sejauh sekitar 2.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan awan panas guguran terjadi pada pukul 06.46 WIB.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Senin, 10/08/2026. Pukul 06.46 WIB, estimasi jarak luncur 2.000 meter dengan amplitudo maksimum 66,31 mm dan durasi 134,77 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih)," ujarnya.
BACA JUGA : Aktivitas Merapi Meningkat, Awan Panas Guguran Terekam 148 Detik
BACA JUGA : Gunung Merapi Erupsi Awan Panas Selasa Malam, Luncur 2 Kilometer ke Arah Boyong
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas Gunung Merapi, terutama daerah bahaya serta alur sungai yang berhulu di gunung tersebut.
"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," katanya.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 9 Agustus 2026 pukul 00.00-24.00 WIB, gunung api dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut masih menunjukkan aktivitas vulkanik.
Secara visual, Gunung Merapi terpantau jelas. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang teramati mencapai ketinggian 75-425 meter di atas puncak kawah.
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Merapi Terjadi Jumat Malam, Status Masih Siaga
BACA JUGA : Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran Senin Pagi, Suplai Magma Masih Berlangsung
Pada periode tersebut tercatat 77 kali gempa guguran, 77 kali gempa hybrid/fase banyak, sembilan kali gempa vulkanik dangkal, serta tiga kali gempa tektonik jauh.
Selain itu, petugas juga mengamati 19 kali guguran lava yang mengarah ke sektor barat daya, yakni Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak. Jarak luncur maksimum guguran lava mencapai 1.900 meter.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: