Awan Panas Guguran Merapi Terjadi Jumat Malam, Status Masih Siaga

Awan Panas Guguran Merapi Terjadi Jumat Malam, Status Masih Siaga

Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 1.900 meter ke arah Kali Sat/Putih pada Jumat (24/7/2026) malam. BPPTKG mengimbau masyarakat menjauhi daerah bahaya karena status Merapi masih berada di Level III (Siaga).--dok. Induk Frekom 86

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran pada Jumat (24/7/2026) malam. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas meluncur sejauh sekitar 1.900 meter ke arah barat daya atau berhulu di Kali Sat/Putih.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan awan panas guguran tersebut terjadi pada pukul 19.54 WIB.

"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Jumat, 24 Juli 2026 pukul 19.54 WIB dengan estimasi jarak luncur 1.900 meter, amplitudo maksimum 33,1 mm dan durasi 129,42 detik mengarah ke barat daya atau hulu Kali Sat/Putih," ujar Agus dalam laporan resmi BPPTKG.

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana serta tetap mematuhi seluruh rekomendasi resmi yang telah dikeluarkan.

BACA JUGA : Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran Senin Pagi, Suplai Magma Masih Berlangsung

BACA JUGA : Merapi Erupsi Lagi, Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Sat/Putih Jumat Pagi

"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," katanya.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 18.00–24.00 WIB, selain satu kali awan panas guguran, BPPTKG juga mencatat 23 kali guguran lava dengan amplitudo 2–11 mm dan durasi 41,9–183,4 detik.

Selain itu, tercatat 19 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2–33 mm. Secara visual, kondisi puncak Merapi terpantau jelas dengan cuaca cerah dan tidak terlihat asap kawah selama periode pengamatan.

BPPTKG juga mengamati lima kali guguran lava ke arah Kali Krasak dan Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).

BACA JUGA : Merapi Dua Kali Luncurkan Awan Panas dalam Sehari, BPPTKG Minta Warga Jauhi Zona Bahaya

BACA JUGA : Marak Pendakian Gunung Merapi, TNGM Siapkan Dialog dengan Warga daripada Penjagaan Ketat

BPPTKG menegaskan potensi bahaya saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan hingga barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait