HUT disway jogja

Aktivitas Vulkanik Merapi Meningkat, Wisatawan Diingatkan Tidak Memasuki Petak Sembilan

Aktivitas Vulkanik Merapi Meningkat, Wisatawan Diingatkan Tidak Memasuki Petak Sembilan

Aktivitas Vulkanik Merapi Meningkat, Wisatawan Diingatkan Tidak Memasuki Petak Sembilan--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id – Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi membuat Pemerintah Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak memasuki kawasan terlarang, khususnya Petak Sembilan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).

Peringatan tersebut disampaikan menyusul terjadinya beberapa kali awan panas guguran (APG) yang terekam kamera pemantau Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Meski aktivitas wisata di kawasan Kaliadem masih berlangsung normal selama libur sekolah, pemerintah meminta pengunjung tetap mematuhi batas aman yang telah ditetapkan.

Lurah Kepuharjo, Heri Suprapto, menegaskan Petak Sembilan merupakan kawasan yang tidak boleh dimasuki karena lokasinya sangat dekat dengan puncak Merapi dan berpotensi terdampak langsung apabila terjadi peningkatan aktivitas erupsi.

"Kami mengimbau seluruh wisatawan maupun masyarakat untuk tidak memasuki kawasan Petak Sembilan. Kawasan itu sudah menjadi zona yang tidak direkomendasikan karena dekat dengan puncak Merapi dan berbahaya apabila terjadi aktivitas vulkanik," kata Heri Suprapto.

BACA JUGA : Merapi Dua Kali Luncurkan Awan Panas dalam Sehari, BPPTKG Minta Warga Jauhi Zona Bahaya

BACA JUGA : Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Capai 2.000 Meter

Meski demikian, objek wisata di Kaliadem Lama masih menjadi tujuan favorit wisatawan. Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah kunjungan yang terus meningkat selama masa libur sekolah.

Penjaga retribusi kawasan wisata Kaliadem, Mbah Sabar, mengatakan ribuan wisatawan masih datang setiap hari untuk menikmati panorama Merapi.

"Kemarin jumlah pengunjung hampir mencapai enam ribu orang. Alhamdulillah wisata tetap ramai, tetapi kami terus mengingatkan pengunjung agar tidak melewati batas aman yang telah ditentukan," ujarnya.

Berdasarkan laporan BPPTKG, dalam sehari Gunung Merapi mengalami dua kali awan panas guguran. Peristiwa pertama terjadi pukul 11.46 WIB dengan estimasi jarak luncur sekitar 2.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Boyong, amplitudo maksimum 48,29 milimeter dan durasi 204,56 detik.

BACA JUGA : Marak Pendakian Gunung Merapi, TNGM Siapkan Dialog dengan Warga daripada Penjagaan Ketat

BACA JUGA : Merapi Luncurkan Empat Awan Panas Guguran dalam Semalam, Warga Diimbau Waspadai Bahaya Lahar dan Erupsi

Sementara itu, awan panas guguran kedua terjadi pukul 17.10 WIB dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter mengarah ke hulu Kali Sat/Putih, amplitudo maksimum 65,29 milimeter dan durasi 171,01 detik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait