Kisah Solidaritas Aktivis UNY di Balik Vonis Perdana Arie

Kisah Solidaritas Aktivis UNY di Balik Vonis Perdana Arie

Suasana sidang Perdana Arie di PN Sleman beberapa waktu lalu dipenuhi mahasiswa dan simpatisan yang memantau jalannya persidangan dengan tertib.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

Bagi sebagian mahasiswa, kebebasan Arie adalah bukti bahwa solidaritas tidak sia-sia. Bagi yang lain, ia adalah pengingat bahwa perbedaan cara pandang di kampus adalah keniscayaan.

BACA JUGA : Sidang Tuntutan Perdana Arie Dijadwalkan 3 Februari

BACA JUGA : Sidang Perdana Arie dan Pembakaran Tenda, Protes atau Kekerasan?

Di lorong-lorong fakultas, perbincangan belum usai. Vonis mungkin telah dijatuhkan, masa tahanan telah dilalui, tetapi pertanyaan tentang batas antara kriminalitas dan ekspresi politik masih menggantung.

Magnet solidaritas itu tetap ada, menarik mereka yang percaya bahwa kampus bukan sekadar ruang belajar teori, melainkan juga ruang belajar keberanian. 

Kebebasan Perdana Arie mungkin menjadi akhir dari satu bab, tetapi bagi mahasiswa UNY, ia bisa jadi awal dari diskusi yang lebih panjang tentang keadilan dan kebebasan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: