Polisi Gagalkan Tawuran Dini Hari di Sleman, Delapan Remaja Diamankan

Polisi Gagalkan Tawuran Dini Hari di Sleman, Delapan Remaja Diamankan

Petugas Polsek Sleman mengamankan sekelompok remaja saat patroli dini hari di Jl. Parasamya, Tridadi, Sleman, Minggu (1/2/2026).--Foto: Humas Polres Sleman

SLEMAN, diswayjogja.id - Patroli gabungan jajaran Polsek Sleman berhasil menggagalkan dugaan aksi tawuran remaja di wilayah Jl. Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman, Minggu (1/2/2026) dini hari. 

Delapan remaja diamankan saat petugas mendapati sekelompok anak muda berkumpul dengan gelagat mencurigakan di depan Kantor Dinas Kesehatan Sleman sekitar pukul 02.10 WIB.

Kasi Humas Polres Sleman, AKP Salamun, mengatakan pengamanan tersebut merupakan bagian dari patroli rutin yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Sleman bersama piket fungsi lainnya. 

Patroli dini hari ini difokuskan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama kejahatan jalanan dan tawuran yang kerap melibatkan remaja.

“Petugas saat itu melihat sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, kami langsung melakukan tindakan preventif dengan mengamankan yang bersangkutan,” katanya. 

Delapan remaja yang diamankan masing-masing berinisial I.F.A, I.M, A.Y.S, M.R.H, F.H, A.A.V, N.D.K, dan H.R.T. 

BACA JUGA : PSS Sleman vs Barito Putera Berakhir 0-0, Ansyari Lubis Akui Kecewa namun Tetap Optimistis

BACA JUGA : Gagal ke Puncak Klasemen, PSS Sleman Imbang Lawan Barito Putera

Seluruhnya kemudian dibawa ke Polsek Sleman untuk menjalani pemeriksaan awal, pendataan identitas, serta pembinaan. 

Pihak kepolisian juga menghubungi orang tua atau wali dari masing-masing remaja sebagai bagian dari upaya tanggung jawab bersama.

Menurut Salamun, pendekatan yang dilakukan kepolisian tidak semata-mata bersifat penindakan, melainkan juga edukatif. 

“Kami ingin memastikan anak-anak ini mendapatkan pembinaan yang tepat. Oleh karena itu, orang tua kami libatkan agar pengawasan di rumah bisa lebih optimal, terutama pada jam malam,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam mencegah remaja terjerumus ke dalam perilaku berisiko.

Aktivitas berkumpul hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas dinilai dapat memicu konflik antarkelompok, yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan korban maupun kerugian bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: