Bantul Pacu Pertanian, Target Luas Tanam 35 Ribu Hektare
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo, berfoto bersama perwakilan kelompok tani usai penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian di Aula Pari DKPP Kabupaten Bantul, Senin (12/1/2026).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BACA JUGA : Kalurahan Bantul Fokus 40% P2BMP untuk Pengentasan Kemiskinan
Ia berharap luas tanam bisa didorong hingga menembus minimal 35.000 hektare atau lebih, seiring dengan penguatan sarana dan prasarana pertanian.
Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) berkapasitas lebih besar.
Menurutnya, mekanisasi menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat proses tanam, dan mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.
“Saya ingin menegaskan, saya menginginkan agar kita mengikuti penggunaan alat dan mesin pertanian yang lebih besar agar produktivitas bisa meningkat,” ucapnya.
Ia mengatakan bantuan alsintan yang diterima Bantul meliputi combine harvester, rotavator, power sprayer, ekskavator, traktor, hingga hand sprayer.
Ia menilai kelengkapan jenis bantuan tersebut menjadi modal penting untuk mendorong efisiensi dan produktivitas pertanian.
BACA JUGA : Bantul Perkuat Akuntabilitas Keuangan Kalurahan 2026 di Tengah Penurunan Fiskal
BACA JUGA : Bantul Perkuat Layanan Kesehatan di Tengah Tekanan Fiskal, Andalkan KRIS dan Kolaborasi RS Swasta
“Jenis dan jumlah alsintan yang kita terima ini merupakan yang terbesar di DIY. Hampir semua kebutuhan mekanisasi pertanian tersedia,” tuturnya.
Selain bantuan dari pemerintah pusat, Bantul juga menerima dukungan dari anggaran daerah.
Dari APBD Provinsi (APBD I) dan APBD Kabupaten (APBD II), tercatat sebanyak 43 jenis bantuan alsintan dan sarana pendukung pertanian telah disalurkan kepada kelompok tani.
Menurutnya, keterlibatan berbagai sumber anggaran menunjukkan adanya keseriusan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian daerah.
Bantuan tersebut diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus mempercepat proses olah lahan dan perawatan tanaman.
“Kalau mekanisasi berjalan optimal, petani bisa bekerja lebih cepat, lebih hemat tenaga, dan hasilnya lebih maksimal,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: