Natal 2025 Jadi Alarm Ketahanan Keluarga Sleman
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan sambutan dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Gedung Serbaguna Sleman, Jumat (9/1/2025).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Perayaan Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026 dimaknai sebagai ruang refleksi bersama atas perjalanan hidup dan tantangan yang telah dilalui masyarakat Sleman sepanjang satu tahun terakhir.
Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat nilai kebersamaan, rasa syukur, dan ketahanan keluarga di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berubah.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, saat menghadiri perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Gedung Serbaguna Sleman, Jumat (9/1/2025).
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa refleksi akhir tahun bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan untuk menata ulang arah hidup secara personal maupun sosial.
“Momentum perayaan Natal dan pergantian tahun ini menjadi saat yang tepat bagi kita semua untuk merenungkan capaian serta perjalanan hidup selama satu tahun terakhir,” katanya.
Menurutnya, sepanjang tahun masyarakat dihadapkan pada beragam tantangan, mulai dari persoalan sosial, tekanan ekonomi, hingga dinamika dalam kehidupan pribadi masing-masing.
BACA JUGA : Kendaraan Pelat Luar Daerah Dominasi Jogja Saat Natal, Ini Titik Rawan Macetnya
BACA JUGA : Natal GMS Yogyakarta, Kelahiran Yesus sebagai Penggenapan Janji Sejak Taman Eden
Namun, ia menilai tantangan tersebut justru menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat karakter dan solidaritas sosial.
“Kita telah menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun dalam kehidupan personal masing-masing. Tetapi di balik itu semua, selalu ada kekuatan dan belas kasih Tuhan yang menyertai kita,” tuturnya.
Ia menambahkan, nilai spiritual yang terkandung dalam perayaan Natal seharusnya menjadi sumber pengharapan dan penguatan, terutama bagi mereka yang tengah mengalami kesulitan.
Natal, menurutnya, bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga pesan universal tentang kasih, kepedulian, dan kebersamaan.
“Kasih Tuhan itu memberi harapan bagi setiap insan, menguatkan jiwa yang lemah, menyembuhkan hati yang terluka, dan menyatukan kita dalam kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat Sleman untuk menjadikan rasa syukur sebagai energi positif dalam menjalani tahun yang baru.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: