Sleman Siap Pasok 1.300 Ton Sampah per Hari untuk Jadi Listrik, Begini Rencana Besar WTE DIY
Ilustrasi sampah, Kabupaten Sleman siap memasok sampah untuk diolah menjadi energi listrik melalui Program Waste to Energy (WTE) nasional yang terpusat di Piyungan.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman siap mendukung implementasi Program Waste to Energy (WTE) nasional yang akan mengolah sampah menjadi energi listrik.
Program ini akan dilakukan secara terpusat di Piyungan, Kabupaten Bantul, sebagai bagian dari sinergi pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan pihaknya telah mengikuti pertemuan bersama Pemerintah Provinsi DIY untuk membahas rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut.
“Kemarin kami juga mengikuti pertemuan itu. DLH Sleman sekarang sedang melakukan penilaian terkait pengelolaan sampah yang akan dikirim ke lokasi WTE,” katanya di Sleman, Kamis (9/10/2025).
Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas pengolahan akan dilakukan secara terpusat dengan memanfaatkan lahan seluas 5,8 hektare di Piyungan.
Pemerintah provinsi menargetkan program ini dapat menjadi solusi jangka panjang atas permasalahan penumpukan sampah di kawasan perkotaan DIY.
BACA JUGA : TPST Piyungan Penuh, DLHK DIY Atur Kuota Sampah Hingga Akhir 2025
BACA JUGA : 269 Tahun Kota Yogyakarta: Hasto Wardoyo Fokus Benahi Sampah, Sungai, dan Penataan Malioboro
“Disampaikan bahwa DIY sudah menyiapkan lahan di Piyungan seluas sekitar 5,8 hektare. Pembangunannya akan dilakukan secara terpusat dengan dukungan seluruh kabupaten dan kota,” jelasnya.
Sebagai bagian dari sinergi tersebut, Sleman akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul dan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memastikan pasokan sampah mencukupi kebutuhan operasional WTE.
“Salah satu persyaratannya, Yogyakarta, dalam hal ini Sleman, Bantul, dan Kota harus bisa menyuplai minimal 1.000 sampai 1.300 ton sampah per hari. Sampah itu nantinya akan diolah menjadi waste to energy atau energi dari sampah,” ujarnya.
Ia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil finalisasi konsep dari Pemerintah Provinsi DIY sebelum implementasi teknis dilakukan di lapangan.
“Kita sedang menunggu seperti apa konsep final dari provinsi, yang penting prinsipnya Sleman siap mendukung,” ucapnya.
Menurutnya, persoalan sampah saat ini menjadi salah satu isu utama yang perlu diselesaikan secara komprehensif dan kolaboratif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: