Bantul Maksimalkan P2BMP untuk Program Pengentasan Kemiskinan

Bantul Maksimalkan P2BMP untuk Program Pengentasan Kemiskinan

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memberikan arahan kepada lurah dan pamong terkait pengelolaan P2BMP, DD, dan ADD untuk pengentasan kemiskinan. --Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

“Ini adalah fenomena sementara dan wajar terjadi, sehingga kita tidak perlu pesimis.  Terpenting hari ini, lurah dan pamong jangan kehilangan semangat dan optimisme. Mereka adalah orang-orang yang telah diberi amanah oleh negara untuk tetap memberikan pelayanan yang baik dalam kondisi apa pun," tuturnya. 

Menurutnya, dinamika fiskal yang lebih terbatas tidak boleh mengurangi fokus pemerintah daerah dalam memperbaiki layanan publik dan menekan angka kemiskinan. 

Pengoptimalan sumber pendanaan di luar APBD menjadi salah satu strategi yang ditekankan.

“Saya mengajak para lurah dan pamong untuk belajar dari pengalaman, baik dari pengalaman kesalahan, kegagalan, maupun keterbatasan kesempatan di tahun-tahun sebelumnya. Semua itu harus menjadi pelajaran untuk memperbaiki kinerja di tahun 2026," ujarnya. 

Ia menegaskan, kondisi Bantul secara umum masih terkendali.

BACA JUGA : Sleman Dorong Pemasaran UMKM Kreatif lewat Pre-Order dan Business Matching

BACA JUGA : KRIS RS UII Jadi Penopang Layanan Saat Kebutuhan Rawat Inap Bantul Tembus 20 Ribu Pasien

Pemerintah daerah tetap menargetkan penurunan angka kemiskinan, meskipun ruang belanja program mengalami penyesuaian.

Alternatif pembiayaan berbasis kolaborasi lintas pihak menjadi langkah yang terus diperkuat.

"Secara umum kita baik-baik saja. Kita masih menargetkan penurunan angka kemiskinan dan terus berupaya memperbaiki layanan publik, meskipun anggaran kegiatan menurun. Walaupun APBD kita turun, kita tetap dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber non-APBD, seperti CSR, hibah pihak swasta, Baznas, serta dukungan lain yang tetap kita alokasikan," jelasnya. 

Ia menjelaskan, optimalisasi sumber non-APBD akan diarahkan lebih dekat pada program pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan.

Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan angka kemiskinan turun hingga di bawah 10 persen pada 2026. 

BACA JUGA : KRIS RS UII Jadi Penopang Layanan Saat Kebutuhan Rawat Inap Bantul Tembus 20 Ribu Pasien

BACA JUGA : Dari Batik Giriloyo ke Vietnam, Desa Wisata Bantul Dorong Pemuda Mendunia

Saat ini, persentasenya masih berada di kisaran 11 persen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: