Akses Sulit, UMY Rescue Tetap Layani Kesehatan Warga Terdampak Banjir Aceh Tengah
UMY Rescue 2025 terus menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak banjir Aceh Tengah, Jumat (2/1/2026), meski akses sulit, tanpa listrik dan sinyal, tim medis tetap mengaktifkan layanan kesehatan di Puskesmas Ketapang Nusantara dan mobile clinic ke --dok. UMY
ACEH TENGAH, diswayjogja.id – Tim UMY Rescue 2025 Kepedulian Tanpa Batas untuk Sumatera Batch 2 terus melanjutkan misi kemanusiaan di wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tengah.
Di awal tahun, layanan kesehatan di Puskesmas Ketapang Nusantara, Kecamatan Linge, kembali diaktifkan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus anggota Tim UMY Rescue, Iman Permana, menjelaskan bahwa selain membuka layanan rawat jalan di puskesmas, tim kesehatan juga menjalankan layanan kesehatan bergerak atau mobile clinic ke Desa Jamat dan wilayah sekitarnya.
Namun, upaya tersebut dihadapkan pada tantangan berat akibat akses yang sangat terbatas. Tingginya debit air sungai dan curah hujan yang masih berlangsung membuat mobilisasi tim tidak mudah.
BACA JUGA : Sunat Gratis Anak dan Hibah Water Purifier, UMY Rescue 2025 Dukung Pemulihan Pascabanjir Aceh
BACA JUGA : UMY Rescue 2025 Bagikan Susu dan Kue untuk Anak Terdampak Banjir di Langsa Lama Aceh
“Tim kesehatan harus menggunakan perahu rakit dan sling untuk mencapai lokasi pelayanan. Bahkan, sebagian tim mobile belum dapat kembali ke puskesmas karena kondisi sungai yang belum memungkinkan untuk diseberangi,” ujar Iman dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2025).
Di tengah keterbatasan fasilitas, layanan kesehatan tetap berjalan meski tanpa dukungan listrik dan sinyal komunikasi yang memadai. Kondisi sumber air yang masih keruh serta ketersediaan genset yang terbatas juga menjadi tantangan dalam koordinasi antara tim fixed yang bertugas di puskesmas dan tim mobile yang melayani masyarakat di lapangan.
Pada hari pertama aktivasi layanan, Puskesmas Ketapang Nusantara mencatat sebanyak 29 pasien penerima manfaat. Jenis penyakit yang paling banyak ditangani meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dermatitis, serta penyakit tidak menular seperti diabetes melitus. Selain itu, layanan kesehatan ibu tetap diberikan, termasuk pemeriksaan kehamilan dan pelayanan keluarga berencana.
Tim kesehatan yang bertugas merupakan Tim Medis MDMC DIY kloter ketiga yang berjumlah 10 personel. Tim ini terdiri atas dokter, perawat, apoteker, dokter muda, serta mahasiswa kedokteran dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan RS PKU Muhammadiyah Nanggulan.
BACA JUGA : Respon Banjir Aceh, UMY Rescue 2025 Fokus Layanan Kesehatan dan Trauma Healing
BACA JUGA : 28 Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra Dibebaskan SPP, UMY Kritik Pengelolaan SDA
Dalam pelaksanaannya, tim dibagi menjadi dua kelompok, yakni tim fixed di puskesmas dan tim mobile yang menjangkau desa-desa terdampak dengan akses terbatas.
Meski layanan kesehatan telah berjalan, sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan untuk menunjang pelayanan. Di antaranya alat pemeriksaan hemoglobin yang masa pakainya telah kedaluwarsa serta tambahan stok obat-obatan untuk mendukung layanan kesehatan bergerak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: