JPW: Pengawasan Diskusi Buku oleh Aparat Berlebihan dan Ancam Kebebasan Berpendapat
Baharuddin Kamba, Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW), memberikan keterangan pers terkait penilaian JPW atas pengawasan aparat terhadap diskusi buku di Yogyakarta--Foto: IST
“Aparat perlu lebih sering membaca dan menghayati konstitusi. Jangan sampai kebebasan berkumpul dan berpendapat di negeri demokrasi ini hanya menjadi slogan,” ucapnya.
JPW menilai, pendekatan keamanan yang represif justru berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap institusi negara.
JPW juga menyerukan agar aparat menghentikan praktik kriminalisasi terhadap kegiatan diskusi dan bedah buku.
Jika diperlukan aparat justru dapat terlibat secara konstruktif melalui ruang dialog terbuka, sehingga masyarakat dapat menilai secara objektif kinerja dan peran institusi keamanan.
“Lebih baik aparat membuat forum diskusi terbuka tentang prestasi yang telah dicapai. Biarlah masyarakat yang menilai secara objektif,” tuturnya.
BACA JUGA : Kenaikan Pangkat Polisi Luka Demo, JPW Kritik: Korban Aksi Bagaimana?
JPW menegaskan bahwa ruang diskusi publik merupakan bagian penting dari tradisi intelektual, dan negara seharusnya hadir sebagai pelindung, bukan sebagai pihak yang membatasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: