Siswa Sleman Diduga Keracunan Rawon, Sampel Makanan Dibawa Polisi
Petugas Puskesmas Mlati II menangani siswa yang diduga keracunan makanan di Sleman.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
Namun, tenaga medis tetap siaga di lokasi hingga malam untuk mengantisipasi kemungkinan adanya tambahan pasien baru atau gejala lanjutan pada siswa yang sebelumnya pulang.
Meski penyebab pasti belum diumumkan, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan dan penyajian makanan, terutama untuk konsumsi massal di sekolah.
Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Sleman berjanji akan mengawal proses investigasi hingga tuntas, agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasus keracunan massal di lingkungan sekolah bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia.
Faktor penyebabnya bisa beragam, mulai dari bahan makanan yang sudah tidak segar, proses pengolahan yang kurang higienis, hingga kontaminasi silang saat penyajian.
Karena itu, langkah cepat yang dilakukan petugas di Sleman, mulai dari penanganan medis, pengambilan sampel makanan, hingga koordinasi lintas sektor, menjadi kunci untuk meminimalisasi risiko yang lebih besar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak laboratorium masih memproses hasil uji sampel makanan yang diamankan.
Dinas Kesehatan Sleman mengimbau masyarakat, khususnya pihak sekolah, untuk memastikan keamanan pangan yang disajikan bagi siswa.
Sementara itu, 90 siswa yang sempat dirawat di Puskesmas Mlati II diharapkan segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: