Tak hanya isu ekonomi, massa juga menyoroti kebebasan menyampaikan pendapat. Mereka meminta pemerintah menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tanpa intimidasi maupun kriminalisasi.
"Kami sangat berharap kebebasan bersuara itu dijamin karena ini hak kami sebagai warga negara. Teman-teman yang ditahan karena demonstrasi atau mengajak demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia kami harap dibebaskan, atau jika tetap menjalani proses hukum, prosesnya harus transparan dan menjunjung tinggi hak-hak mereka," tegasnya.
BACA JUGA : BBM Naik dan Demo Merebak di DIY, Ini Pesan Sri Sultan HB X untuk Masyarakat
BACA JUGA : Massa Kompas Demokrasi Gelar Aksi di Bundaran UGM, Minta Tiyo Hormati Legitimasi Organisasi
Rika menjelaskan aksi kali ini melibatkan lebih banyak unsur masyarakat dibandingkan aksi-aksi sebelumnya yang didominasi kalangan ibu-ibu.
"Kalau awalnya Suara Ibu Indonesia ini dari ibu-ibu saja, sekarang kami juga menggandeng mahasiswa, teman-teman ojol, petani, dan berbagai kelompok masyarakat yang lain," bebernya.
Ia menuturkan tema "Liburan Tetap Melawan" dipilih karena banyak masyarakat justru tidak dapat menikmati masa liburan akibat tekanan ekonomi.
"Liburan itu kita berharap bisa jalan-jalan. Tapi karena kondisi ekonominya seperti ini, mau liburan juga sulit. Daripada liburan, ya sudah kita melawan saja, bergerak saja," imbuhnya.
Dalam aksi tersebut, massa juga membagikan sayur-mayur kepada masyarakat yang melintas sebagai simbol solidaritas terhadap warga yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.