Sejak Juli Kekurangan Air, 175 Keluarga di Lereng Merapi Sleman Terima Bantuan PMI
Sebanyak 175 keluarga di Padukuhan Kemirikebo, Sleman, mengalami kekurangan air bersih sejak Juli akibat debit sumber mata air Sungai Krasak menurun. PMI Sleman telah menyalurkan 20.000 liter air dan menyiapkan bantuan lanjutan.--dok. Pemkab Sleman
SLEMAN, diswayjogja.id - Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sleman. Salah satunya dirasakan warga Padukuhan Kemirikebo, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, yang mengalami kekurangan air sejak Juli 2026.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter atau dua truk tangki ke wilayah tersebut pada Jumat (14/8/2026).
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sleman, Ir Arip Pramana MT, mengatakan bantuan tersebut merupakan penyaluran kedua ke Padukuhan Kemirikebo. Sebelumnya, PMI Sleman telah mengirimkan bantuan dengan jumlah yang sama pada 7 Agustus 2026.
"Bantuan air bersih ke Padukuhan Kemirikebo ini merupakan yang kedua kalinya. Sehingga total air bersih yang diberikan kepada warga Kemirikebo sudah sebanyak empat truk tangki atau 20.000 liter," kata Arip melalui keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).
BACA JUGA : Kekeringan Mengancam, Guru Besar UGM Dorong Warga Hidupkan Lagi Budaya Panen Air Hujan
BACA JUGA : BNPB Sebut DIY Masih Relatif Aman dari Kekeringan, Bantuan Pusat Menunggu Status Siaga Darurat
Menurut Arip, PMI Sleman akan terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang membutuhkan selama musim kemarau masih berlangsung. Terlebih, sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan di Sleman mulai bertambah.
Arip menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat mengajukan permohonan kepada PMI Sleman. Setelah menerima permohonan, PMI akan melakukan peninjauan untuk memastikan kondisi di lapangan.
"Syarat untuk mendapatkan bantuan air bersih dari PMI Sleman tidak sulit. Yakni cukup mengajukan permohonan ke PMI Sleman yang kemudian dilakukan peninjauan dan bila dipandang memungkinkan untuk dibantu tentu akan dibantu," ujarnya.
PMI Sleman sendiri telah menyiapkan anggaran untuk mendukung distribusi bantuan air bersih selama kondisi darurat kekeringan. Total dana yang disiapkan mencapai Rp148 juta, terdiri atas dana kedaruratan Rp48 juta dan dana kontingensi Rp100 juta.
BACA JUGA : Petani Mulai Jual Ternak Imbas Kekeringan, Bupati Gunungkidul Endah Pastikan Dropping Air Bersih Dipercepat
BACA JUGA : Bantul Petakan 200 Titik Irigasi Hadapi Risiko Kekeringan
Anggaran tersebut setara dengan sekitar 296 tangki air. Arip mengatakan, dana itu berasal dari masyarakat yang dihimpun melalui program Bulan Dana PMI Sleman.
"Alokasi dana yang disiapkan untuk membantu masyarakat sebesar itu, semuanya berasal dari masyarakat yang dikumpulkan melalui program Bulan Dana PMI Sleman. Sehingga bantuan masyarakat ini juga berasal dari masyarakat," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: