YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat pada Selasa (16/6/2026) malam. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dua kali awan panas guguran (APG) dalam selang waktu 20 menit dengan jarak luncur hingga 2 kilometer.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan awan panas guguran pertama terjadi pada pukul 19.10 WIB mengarah ke barat atau hulu Kali Sat/Putih.
“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Selasa, 16 Juni 2026 pukul 19.10 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter, amplitudo maksimum 49,86 mm, durasi 145,5 detik mengarah ke barat atau hulu Kali Sat/Putih,” ujarnya melalui keterangan tertulis.
Selang 20 menit kemudian, Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran pada pukul 19.30 WIB. Kali ini luncuran mengarah ke barat daya atau hulu Kali Krasak dengan jarak sekitar 1,7 kilometer.
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Terjadi di Merapi Pagi Ini, Meluncur ke Kali Sat Sejauh 2 Kilometer
BACA JUGA : Gunung Merapi Kembali Aktif, 141 Guguran dan 1 Awan Panas Tercatat dalam Sehari
“Terjadi awan panas guguran pukul 19.30 WIB dengan estimasi jarak luncur 1.700 meter, amplitudo maksimum 44,49 mm, durasi 177,43 detik mengarah ke barat daya atau hulu Kali Krasak,” katanya.
BPPTKG kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana maupun alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
“Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,” jelasnya.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 16 Juni 2026 pukul 00.00 - 24.00 WIB, total terjadi tiga kali awan panas guguran sepanjang hari.
BACA JUGA : Sambi Ledok Ecopark Pakem Sleman, Tempat Healing Keluarga dengan Nuansa Alam Lereng Merapi
BACA JUGA : Meski Merapi Siaga, Wisata Alam TNGM Tetap Ramai Dikunjungi Ribuan Wisatawan
Selain dua kali APG pada malam hari, sebelumnya Merapi juga meluncurkan awan panas guguran pada pagi hari ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2 kilometer.
Data kegempaan menunjukkan aktivitas Merapi masih cukup tinggi dengan tercatat tiga kali awan panas guguran, 129 kali guguran lava, 65 gempa hybrid atau fase banyak, serta satu gempa tektonik jauh.
Dalam periode yang sama, petugas juga mengamati 49 kali guguran lava ke arah barat daya melalui Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.