Gunung Merapi Erupsi Awan Panas Selasa Malam, Luncur 2 Kilometer ke Arah Boyong
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer menuju hulu Kali Boyong pada Selasa (28/7/2026) malam. BPPTKG meminta masyarakat menjauhi kawasan rawan karena status Merapi masih Level III Siaga.--dok. Induk Frekom 86
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran pada Selasa (28/7/2026) malam. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas terjadi pukul 21.26 WIB dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter menuju sektor selatan atau hulu Kali Boyong.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengatakan fenomena tersebut masih berada dalam karakteristik aktivitas Gunung Merapi yang saat ini berstatus Level III (Siaga).
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Selasa pukul 21.26 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter, amplitudo maksimum 53,42 mm, durasi 123,11 detik mengarah ke selatan atau hulu Kali Boyong. Masyarakat diimbau menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," kata Agus Budi Santoso dalam laporan BPPTKG.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, secara visual gunung tampak jelas hingga berkabut. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi mencapai sekitar 100 meter di atas puncak.
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Merapi Terjadi Jumat Malam, Status Masih Siaga
BACA JUGA : Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran Senin Pagi, Suplai Magma Masih Berlangsung
Selain satu kali awan panas guguran, BPPTKG juga mencatat aktivitas kegempaan yang masih tinggi. Selama periode pengamatan terjadi 97 gempa guguran, 98 gempa hybrid atau fase banyak, serta satu gempa tektonik jauh.
Tidak hanya itu, petugas juga mengamati tujuh kali guguran lava pijar yang mengarah ke Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.
BPPTKG menyatakan suplai magma ke tubuh Gunung Merapi masih berlangsung sehingga potensi awan panas guguran masih tetap ada di dalam kawasan potensi bahaya.
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," jelas Agus.
BACA JUGA : Merapi Erupsi Lagi, Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Sat/Putih Jumat Pagi
BACA JUGA : Merapi Dua Kali Luncurkan Awan Panas dalam Sehari, BPPTKG Minta Warga Jauhi Zona Bahaya
Hingga kini status aktivitas Gunung Merapi masih Level III (Siaga). Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan bencana yang telah ditetapkan.
BPPTKG mengingatkan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih mengancam sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Sementara sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: