“Teramati tiga kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Selain itu teramati 49 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter,” terangnya.
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Terjadi Jumat Sore, Suplai Magma Gunung Merapi Masih Berlangsung
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Meluncur 1 Kilometer dari Puncak Merapi Minggu Malam, Status Masih Siaga
BPPTKG menegaskan status aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.
Berdasarkan data pemantauan, suplai magma ke dalam tubuh gunung masih berlangsung sehingga berpotensi memicu guguran lava maupun awan panas guguran di sektor yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya.
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” imbuhnya.
Potensi bahaya saat ini meliputi sektor selatan hingga barat daya, yakni Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
BACA JUGA : Gunung Merapi Erupsi Lagi Malam Senin, Awan Panas Guguran Meluncur 2 Km ke Barat
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Sore Ini, Ini Penjelasan BPPTKG
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer dari puncak.
BPPTKG juga meminta masyarakat mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak Merapi, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik apabila terjadi erupsi eksplosif.