Aktivitas Merapi Meningkat, Awan Panas Guguran Terekam 148 Detik
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Jumat (31/7/2026) pagi, meski dalam suasana tertutup kabut. BPPTKG mengimbau masyarakat menjauhi kawasan rawan bencana karena status Merapi masih Level III (Siaga).--dok. Induk Frekom 86
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Jumat (31/7/2026) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat fenomena tersebut terjadi pada pukul 09.58 WIB saat kondisi puncak gunung tertutup kabut sehingga arah maupun jarak luncurnya tidak dapat diamati secara visual.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa awan panas guguran tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 45,85 milimeter dan durasi selama 148,51 detik.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Jumat, 31 Juli 2026 pukul 09.58 WIB. Secara visual kondisi berkabut sehingga jarak luncur dan arah tidak teramati, dengan amplitudo maksimum 45,85 mm dan durasi 148,51 detik," ujar Agus Budi Santoso dalam laporan resminya.
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana dan tetap mematuhi seluruh rekomendasi resmi yang telah ditetapkan.
BACA JUGA : Gunung Merapi Erupsi Awan Panas Selasa Malam, Luncur 2 Kilometer ke Arah Boyong
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Merapi Terjadi Jumat Malam, Status Masih Siaga
"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," katanya.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 06.00–12.00 WIB, status Merapi masih berada pada Level III (Siaga).
Selama periode tersebut, selain satu kali awan panas guguran, BPPTKG juga mencatat 30 kali guguran lava, 14 gempa hybrid atau fase banyak, serta dua gempa vulkanik dangkal.
Secara visual, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi sekitar 25 meter di atas puncak. Sementara itu, guguran lava juga terpantau sebanyak tiga kali mengarah ke Kali Sat/Putih dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.
BACA JUGA : Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran Senin Pagi, Suplai Magma Masih Berlangsung
BACA JUGA : Merapi Erupsi Lagi, Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Sat/Putih Jumat Pagi
BPPTKG menegaskan suplai magma ke permukaan masih berlangsung sehingga potensi terjadinya guguran lava maupun awan panas guguran masih tetap ada di dalam kawasan potensi bahaya.
Dalam rekomendasinya, BPPTKG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah berbahaya. Potensi ancaman saat ini meliputi sektor selatan–barat daya melalui Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya berada di Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: