Merapi Erupsi Efusif, BPPTKG Catat 3 Awan Panas Guguran Sepekan

Sabtu 16-05-2026,12:04 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tergolong tinggi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan status Gunung Merapi tetap berada pada Level III atau Siaga berdasarkan hasil pemantauan periode 8–14 Mei 2026.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menyampaikan, aktivitas erupsi efusif Merapi masih berlangsung dengan suplai magma yang terus terpantau. Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya guguran lava maupun awan panas guguran di wilayah potensi bahaya.

“Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga,” kata Agus Budi Santoso dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026) malam.

Selama periode pengamatan, BPPTKG mencatat terjadi 3 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah hulu Kali Krasak.

BACA JUGA :  Pendakian Ilegal Gunung Merapi Marak, Balai TNGM Catat 60 Pendaki Terjaring

BACA JUGA :  BPPTKG Catat Awan Panas Guguran 2 Kilometer Gunung Merapi Kamis Dini Hari

Selain itu, guguran lava teramati sebanyak 5 kali ke arah Kali Boyong, 67 kali ke Kali Krasak, 16 kali ke Kali Bebeng, dan 58 kali ke Kali Sat/Putih, dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter.

Secara visual, Gunung Merapi tampak mengeluarkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal. Tinggi kolom asap terpantau berkisar antara 50 hingga 500 meter dari puncak.

BPPTKG juga mencatat aktivitas kegempaan yang masih cukup aktif. Dalam sepekan terakhir terekam 3 gempa awan panas guguran, 43 gempa vulkanik dangkal, 441 gempa fase banyak, 768 gempa guguran, serta 9 gempa tektonik.

Meski demikian, deformasi tubuh gunung berdasarkan pemantauan EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan signifikan.

BACA JUGA :  Gunung Merapi Masih Siaga, Alami 940 Gempa Guguran dan 101 Lava Meluncur dalam Sepekan

BACA JUGA :  BPPTKG: Merapi Status Siaga, Awan Panas dan Guguran Lava Masih Dominan dalam Sepekan

Agus menjelaskan, potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya yang mencakup Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” ujarnya.

Kategori :