Merapi Kembali Gugurkan Awan Panas Jelang Tengah Malam, Status Masih Siaga
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Kamis (2/7/2026) malam sejauh 1,8 kilometer ke arah hulu Kali Sat/Putih. BPPTKG mencatat dua kali awan panas dalam sehari dan meminta masyarakat menjauhi zona bahaya.--dok. Induk Frekom 86
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Kamis (2/7/2026) malam. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas tersebut meluncur sejauh sekitar 1.800 meter ke arah barat daya melalui hulu Kali Sat/Putih.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Kamis, 2 Juli 2026 pukul 23.58 WIB dengan estimasi jarak luncur 1.800 meter, amplitudo maksimum 53,05 mm, durasi 92,91 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih)," ujar Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, melalui keterangan tertulis.
BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana maupun alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," katanya.
BACA JUGA : Sri Sultan HB X: Warga Lereng Sudah Paham Risiko, Wisatawan Sebaiknya Jangan Mendaki Merapi
BACA JUGA : Soal Pendakian Gunung Merapi, BPPTKG: Rekomendasi Tetap Sama, Jangan Beraktivitas di Daerah Bahaya
Dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 2 Juli 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, BPPTKG mencatat terjadi dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter.
Selain itu, aktivitas vulkanik Merapi juga masih cukup tinggi dengan tercatat 131 kali guguran lava, 83 gempa hybrid atau fase banyak, dan 3 gempa tektonik jauh.
Petugas juga mengamati guguran lava sebanyak 15 kali ke arah Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum sekitar 2.000 meter.
Secara visual, Gunung Merapi tampak jelas dengan asap kawah berwarna putih berintensitas tipis setinggi 25 hingga 50 meter di atas puncak. BPPTKG menegaskan status aktivitas Gunung Merapi hingga kini masih berada pada Level III (Siaga).
BACA JUGA : Merapi Erupsi Lagi Hari Ini, BPPTKG Catat Awan Panas Guguran Sejauh 1,7 Kilometer
BACA JUGA : Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Rabu Siang, Warga Diminta Jauhi Alur Sungai
Potensi bahaya masih berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

