Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Satu Awan Panas Guguran Terjadi Minggu Sore
Gunung Merapi terpantau diselimuti kabut pada Minggu (5/7/2026) sore. BPPTKG melaporkan satu kali awan panas guguran Gunung Merapi terjadi Minggu sore mengarah ke hulu Kali Sat/Putih. Status Merapi masih Level III Siaga.--dok. BPPTKG
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan dengan terjadinya satu kali awan panas guguran (APG) pada Minggu (5/7/2026) sore. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengimbau masyarakat untuk tetap menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Merapi.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa awan panas guguran terjadi pada pukul 17.17 WIB.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Minggu, 05/07/2026 pukul 17.17 WIB, estimasi jarak luncur tidak dapat ditentukan dengan amplitudo maksimum 46,09 mm dan durasi 121,86 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih)," ungkap Agus melalui keterangan tertulis.
BPPTKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan bencana serta tetap mematuhi rekomendasi resmi yang telah dikeluarkan.
BACA JUGA : Merapi Luncurkan Empat Awan Panas Guguran dalam Semalam, Warga Diimbau Waspadai Bahaya Lahar dan Erupsi
BACA JUGA : Merapi Kembali Gugurkan Awan Panas Jelang Tengah Malam, Status Masih Siaga
"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," katanya.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 12.00–18.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar puncak terpantau mendung dengan angin bertiup tenang ke arah utara.
Secara visual, gunung tertutup kabut level 0 hingga III dan tidak teramati adanya asap kawah. Namun dari sisi kegempaan, BPPTKG mencatat aktivitas vulkanik masih cukup tinggi, di antaranya 1 kali awan panas guguran dengan amplitudo 46 mm dan durasi 121,86 detik, 29 kali guguran lava dengan amplitudo 2–14 mm, serta 21 kali gempa hybrid atau fase banyak.
Selain awan panas guguran, petugas juga mengamati satu kali guguran lava mengarah ke Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum sekitar 1.800 meter. Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III (Siaga).
BACA JUGA : Sri Sultan HB X: Warga Lereng Sudah Paham Risiko, Wisatawan Sebaiknya Jangan Mendaki Merapi
BACA JUGA : Soal Pendakian Gunung Merapi, BPPTKG: Rekomendasi Tetap Sama, Jangan Beraktivitas di Daerah Bahaya
Potensi bahaya yang perlu diwaspadai berupa guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan hingga barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Sementara itu, pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

