HUT disway jogja

Marak Pendakian Gunung Merapi, TNGM Siapkan Dialog dengan Warga daripada Penjagaan Ketat

Marak Pendakian Gunung Merapi, TNGM Siapkan Dialog dengan Warga daripada Penjagaan Ketat

Gunung Merapi terlihat dari destinasi wisata Nawang Jagad, Kaliurang, Hargobinangun, Sleman, di mana Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mencatat sedikitnya 60 pendaki ilegal terjaring penertiban dalam kurun waktu setahun terakhir.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengakui masih maraknya aktivitas pendakian ilegal di Gunung Merapi meski berbagai imbauan resmi telah dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga kebencanaan.

Kepala Balai TNGM Heri Wibowo mengatakan imbauan dari TNGM, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, hingga Kepala BNPB belum sepenuhnya dipatuhi oleh masyarakat maupun para pendaki.

Menurutnya, saat ini TNGM lebih memilih mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat dibandingkan melakukan penjagaan ketat yang berpotensi memicu konflik.

"Himbauan TN, himbauan BPPTKG, himbauan Sultan, himbauan Kepala BNPB tidak dihiraukan. Pendekatan dengan warga secara tertutup dilakukan teman-teman TNGM, nanti rencana mau adakan pertemuan dengan warga," ujar Heri Wibowo saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

BACA JUGA : Gunung Merapi Dua Kali Luncurkan Awan Panas Guguran Pagi Ini, BPPTKG Minta Warga Jauhi Alur Sungai

BACA JUGA : Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Satu Awan Panas Guguran Terjadi Minggu Sore

Dia mengungkapkan, secara teknis pihaknya sebenarnya dapat meminta bantuan aparat kepolisian maupun TNI untuk menjaga akses menuju jalur pendakian. Namun langkah tersebut dinilai hanya menjadi solusi jangka pendek sekaligus berisiko memunculkan benturan dengan masyarakat.

"Kami sebenarnya bisa minta TNI, Polisi dan TNI untuk berjaga, tapi itu jangka pendek dan itu berisiko adanya bentrok atau benturan horizontal, pasti viral lagi. Kami sementara menahan diri walaupun teman-teman Resor tetap stay di kantor Resor Selo sambil pendekatan ke warga," katanya.

Pendaki Dinilai Tidak Rasional

Selain warga, Heri juga menyoroti perilaku sebagian pendaki yang dinilai tetap nekat naik ke Gunung Merapi meski status aktivitas vulkanik masih berada pada Level III atau Siaga.

Menurutnya, pendekatan kepada pendaki juga tidak mudah karena banyak di antaranya tetap memaksakan diri melakukan pendakian.

BACA JUGA : Sri Sultan HB X: Warga Lereng Sudah Paham Risiko, Wisatawan Sebaiknya Jangan Mendaki Merapi

BACA JUGA : Soal Pendakian Gunung Merapi, BPPTKG: Rekomendasi Tetap Sama, Jangan Beraktivitas di Daerah Bahaya

"Ternyata karakter pendaki kita juga nggak rasional, jadi sulit juga untuk melarang naik," tegas Heri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait