BANTUL, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Bantul bergerak mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dilakukan menyusul masih rendahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah mengantongi sertifikat tersebut.
Pemkab Bantul berencana mengumpulkan para pengelola SPPG dalam waktu dekat untuk membahas percepatan proses sertifikasi sekaligus memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan pertemuan dengan para pengelola SPPG dijadwalkan berlangsung pada bulan ini.
Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah mempercepat penyelesaian sertifikasi SLHS bagi dapur yang menjadi penyedia makanan dalam program MBG.
Menurutnya, sertifikat laik higiene sanitasi menjadi syarat penting bagi dapur penyedia makanan dalam program pemerintah, karena berkaitan langsung dengan kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat.
BACA JUGA : Pemkab Sleman Petakan UMKM Pemasok Program MBG
BACA JUGA : Viral di Media Sosial, Menu MBG Tahu Bakso Berbelatung Bikin Resah Wali Murid Cikakak Brebes
“Pertemuan dengan pengelola SPPG akan kami lakukan bulan ini. Salah satu fokus utama adalah percepatan penerbitan SLHS bagi dapur penyedia MBG,” katanya, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, saat ini masih banyak dapur SPPG yang belum menyelesaikan proses sertifikasi tersebut.
Padahal, program MBG menuntut standar kebersihan dan sanitasi yang ketat agar makanan yang disajikan aman untuk dikonsumsi.
Ia menyebutkan, dari lebih dari seratus dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Bantul, baru sekitar 40 dapur yang telah memiliki sertifikat laik higiene sanitasi.
“Yang pertama itu nanti berkaitan dengan percepatan SLHS. Kenyataannya kan SLHS-nya belum selesai semua. Dari seratusan SPPG, yang sudah selesai belum sampai 50 persen atau sekitar 40 SPPG,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu melakukan langkah percepatan agar seluruh dapur penyedia MBG dapat memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.
BACA JUGA : Menu MBG Ramadan di DIY Disorot Warganet, Sri Sultan Minta Evaluasi dan Transparansi Harga