Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Sleman Capai 75,43, DLH Akui Masih Ada Target yang Belum Optimal
Aktivitas pengangkutan sampah di wilayah Sleman. Pemkab menambah armada truk dan merencanakan pembangunan transfer depo untuk memperkuat pengelolaan sampah.--Foto: Disway Jogja
SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman mencatat capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar 75,43.
Angka tersebut sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, meskipun masih terdapat sejumlah indikator yang belum sepenuhnya tercapai secara optimal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Sugeng Riyanta, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil akumulasi dari berbagai indikator kualitas lingkungan yang terus dipantau pemerintah daerah.
“Oh iya, terkait indeks, capaian yang kita peroleh sekitar 75,43. Angka itu merupakan target yang kita pasang di RPJMD, sehingga capaian kita saat ini sudah mencapai 75,43,” katanya saat ditemui di Sleman, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa meskipun secara keseluruhan indeks lingkungan hidup telah mencapai target yang ditetapkan, masih terdapat beberapa aspek kinerja yang perlu ditingkatkan.
“Namun demikian, dari target kinerja sebenarnya masih ada yang belum tercapai secara penuh,” ujarnya.
BACA JUGA : DLH Sleman Dorong Penggunaan Pupuk Kandang Matang untuk Tingkatkan Kualitas Air Sungai
BACA JUGA : DLHK DIY Ungkap Progres PSEL di Piyungan, Pengumuman Pemenang Proyek 24 Februari 2026
Ia menuturkan, penilaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dipengaruhi oleh berbagai kondisi di lapangan yang tidak selalu seragam di setiap wilayah.
Beberapa kawasan memiliki tekanan aktivitas manusia yang cukup tinggi, sementara wilayah lainnya menunjukkan kondisi lingkungan yang relatif lebih baik.
Menurutnya, variasi kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil pengukuran indeks lingkungan secara keseluruhan.
“Meskipun secara akumulatif Indeks Kualitas Lingkungan Hidup masih terus bekerja dan dipengaruhi oleh berbagai kondisi di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi lingkungan di suatu wilayah juga sangat bergantung pada aktivitas yang berlangsung di sekitarnya, seperti kegiatan permukiman, industri, maupun aktivitas lainnya yang berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan.
“Hal ini sangat tergantung pada kondisi sebenarnya di setiap lokasi. Di beberapa bagian mungkin di kanan dan kirinya sudah ada aktivitas tertentu,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: