Respons Tantangan Debat Natalius Pigai, Zainal Arifin Mochtar: Mari Uji Kinerja HAM Secara Terbuka

Sabtu 28-02-2026,05:55 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

SLEMAN, diswayjogja.id - Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar yang akrab disapa Uceng, menyatakan kesiapannya untuk berdiskusi atau berdebat terbuka soal hak asasi manusia (HAM) dengan Menteri HAM Natalius Pigai.

“Saya pikir bagus saja kalau mau debat. Lagipula menurut saya bukan debat, kan catatan kita terhadap penegakan HAM republik ini agak buruk ya, dua tahun belakangan memang berantakan sekali. Dan menurut saya bagus juga kalau beliau mau datang supaya jadi semacam pertanggungjawaban terhadap kerja dia,” ujar Uceng saat ditemui di UGM, Jumat (27/2/2026).

Uceng menegaskan dirinya tidak tertarik pada debat teoritik semata. Dia berharap forum tersebut lebih menitikberatkan pada evaluasi konkret kinerja kementerian.

“Kalau debat teoritik, biarkan di kampus saja. Kalau publik kan harap itu adalah apa sebenarnya yang sudah dilakukan,” katanya.

BACA JUGA : Pengukuhan Guru Besar UGM, Zainal Arifin Mochtar Kritik Pelemahan Lembaga Negara

BACA JUGA : Zainal Arifin Mochtar: Pelemahan KPK hingga Wacana Pilkada DPRD Jadi Sinyal Bahaya Demokrasi

Dia bahkan mengaku selama ini cenderung menolak berbagai undangan debat publik di sejumlah forum maupun stasiun televisi.

“Saya paling malas dengan debat. Anda mau lihat berbagai undangan acara, relatif saya tolak. Cuma kenapa saya mau kali ini, publik harus diajari bahwa dalam demokrasi seorang pejabat publik tidak menjawab dengan jargon,” jelasnya.

Uceng menyebut masa kampanye adalah waktu menyampaikan janji, sementara dua tahun masa kerja seharusnya sudah terlihat capaian nyata.

“Itu masa kampanye mereka akan berbuat baik. Masa dua tahun kerja ini apa yang dilakukan? Bagian dari nanti saya mewakafkan diri saya untuk menagih itu,” tuturnya.

BACA JUGA : Roasting Guru Besar UGM, Zainal Arifin Bicara Kritik dan Profesionalisme

BACA JUGA : Zainal Arifin Soroti Bahaya Otoritarianisme bagi Demokrasi Indonesia

Terkait rencana debat, Uceng mengungkapkan sudah banyak pihak yang menghubunginya, mulai dari media nasional hingga kelompok mahasiswa.

“Banyak banget yang kontak, Kompas, iNews, Mojok, Bocor Alus Tempo. Yang paling banyak malah pusat studi, teman-teman mahasiswa bahkan BEM ngajak. Saya bilang ya tidak apa-apa silakan. Tapi kalau bagus sih yang terbuka dan multiplatform,” terangnya.

Meski demikian, dia menyebut secara formal belum ada kesepakatan final, walaupun beberapa pihak disebut sudah menyiapkan format acara.

Kategori :