Warisan Rasa Lewat Deretan Kuliner Legendaris yang Tetap Eksis di Malang, Berikut Info Selengkapnya

Jumat 20-02-2026,11:24 WIB
Reporter : Tri Diah Aprilia
Editor : Syamsul Falaq

Saat matahari terbenam, perburuan kuliner beralih ke Sego Goreng Resek milik Pak Man yang telah berjualan sejak tahun 1959. Meskipun namanya berarti "nasi goreng sampah" (merujuk pada lokasinya yang dulu dekat dengan tempat pembuangan), rasa yang ditawarkan justru sangat berkualitas tinggi. Nasi goreng ini dimasak dengan bumbu tradisional yang kaya rasa dan tersedia dengan berbagai pilihan lauk tambahan seperti ayam suwir, telur, dan rempelo ati. Harganya yang dimulai dari Rp 12.000 menjadikannya pilihan favorit bagi pencinta kuliner malam yang ramah kantong.

Rawon Rampal 

Satu lagi destinasi rawon yang tidak boleh dilewatkan adalah Rawon Rampal. Kepopuleran tempat ini sudah mencapai tingkat nasional, terbukti dengan banyaknya foto artis dan pejabat yang pernah berkunjung di sini. Tekstur dagingnya yang sangat lembut dengan kuah yang kaya akan aroma rempah menjadi alasan utama mengapa orang rela mengantre. Selain rawon, menu nasi campur dan pecel di sini juga tidak kalah nikmatnya untuk dijadikan pilihan menu makan siang.

BACA JUGA : Deretan Destinasi Kuliner Legendaris Malang yang Tak Lekang Oleh Waktu, Cek Info Lengkapnya Berikut Ini

BACA JUGA : Daftar Destinasi Kuliner Ikonik Malang yang Wajib Masuk Liburan 2026, Simak Informasi Selengkapnya

Pos Ketan Legenda 

Bagi penggemar kudapan manis, Pos Ketan Legenda di kawasan Alun-alun Batu adalah tempat yang legendaris. Meskipun hanya menyajikan ketan, mereka berhasil melakukan inovasi dengan memberikan berbagai pilihan topping kekinian mulai dari mangga, oreo, hingga keju dan susu pisang. Jika Anda ingin hidangan yang lebih berat, tersedia juga menu roti bakar dan mi. Tempat ini selalu ramai di malam hari, memberikan suasana hangat di tengah dinginnya udara Malang.

Warung Ronde Titoni 

Dinginnya suhu di Malang paling pas dilawan dengan semangkuk wedang ronde panas dari Warung Ronde Titoni. Warung ini menawarkan dua jenis ronde yang unik: ronde kuah jahe yang klasik dan ronde kering yang dibalur kacang tanah. Dengan harga yang dimulai dari Rp 12.000 per porsi, pengunjung bisa merasakan kehangatan jahe yang menyegarkan tubuh. Cabangnya yang tersebar di beberapa titik memudahkan wisatawan untuk menemukannya tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Warung Sate Gebug

Mungkin sate tertua di Malang dapat Anda temukan di Warung Sate Gebug yang telah melayani pelanggan sejak tahun 1920. Sesuai namanya, daging sapi untuk sate ini di-"gebug" atau dipukul-pukul hingga seratnya hancur dan menjadi sangat empuk. Ukuran satenya yang besar dan bentuknya yang "gendut" menjadikannya sangat memuaskan. Selain sate, warung ini juga menyediakan hidangan pendamping lain seperti sop, rawon, dan soto ayam yang tak kalah lezatnya.

Warung Lama H. Ridwan

Menikmati makanan di dalam pasar tradisional memberikan sensasi yang sangat otentik. Warung Lama H. Ridwan yang terletak di dalam Pasar Besar Malang telah menjadi rujukan utama bagi mereka yang mencari masakan rumahan khas Malang. Menu-menunya seperti krengsengan sapi, nasi campur, dan rawon disajikan dengan pilihan lauk pauk yang sangat lengkap, mulai dari aneka gorengan hingga sate-satean yang tertata rapi di etalase warung.

Soto Ayam Lombok

Soto Ayam Lombok telah melayani pelanggan sejak tahun 1955 dan kini cabangnya tersebar luas di wilayah Malang dan Batu. Semangkuk soto ayam dengan taburan koya yang melimpah dan kuah bening yang segar sangat cocok dinikmati saat pagi atau malam hari. Pengunjung bisa menyesuaikan porsi sesuai keinginan, baik itu porsi penuh atau setengah porsi, dengan berbagai tambahan seperti soto kulit yang menjadi favorit banyak orang.

Pecel Kawi Hj. Musilah 

Kategori :