SLEMAN, diswayjogja.id - Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus kekerasan yang melibatkan dua mahasiswa di lingkungan kampus.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan, etika, serta budaya akademik yang menjunjung rasa aman dan saling menghormati.
Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Bidang Kemahasiswaan UNISA Yogyakarta, Prof. Wantonoro, menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan hal yang tidak diharapkan oleh institusi.
“Sebagai bentuk tanggung jawab kami, karena keduanya merupakan mahasiswa kami, kami turut prihatin dan tentu menyesalkan kejadian ini. Selanjutnya kami melakukan respons cepat dengan memberikan dukungan baik secara fisik maupun psikologis dengan berkunjung secara langsung ke kediaman keluarga dan korban, serta dilanjutkan upaya rehabilitasi sesuai kebutuhan pada korban,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026) malam.
BACA JUGA : Lewat Karya Fotografi hingga Film Pendek, Mahasiswa Unisa Yogyakarta Kritik Program MBG
BACA JUGA : UNISA Yogyakarta Catat Sejarah, Mahasiswa Asing Ghana Bergabung dengan IMM
UNISA Yogyakarta menyatakan fokus utama saat ini adalah memastikan korban mendapatkan dukungan menyeluruh, baik secara psikologis maupun kesehatan fisik melalui Biro Layanan Psikologis (BLP). Kampus berharap korban dapat pulih dan melanjutkan perkuliahan dengan aman dan nyaman.
Sebagai tindak lanjut, pihak kampus telah memanggil terduga pelaku untuk dimintai klarifikasi. Dalam pertemuan tersebut, terduga pelaku disebut telah mengakui perbuatannya dan menyadari bahwa tindakan tersebut tidak pantas.
“Pelaku sudah kami panggil ke kampus dan mengakui perbuatannya serta menyadari bahwa perilaku tersebut merupakan hal yang tidak pantas,” jelas Prof. Wantonoro.
UNISA Yogyakarta juga mendorong terduga pelaku untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada korban dan keluarga. Meski demikian, kampus menegaskan proses penegakan aturan disiplin tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
BACA JUGA : Risoles Mayo Diduga Jadi Penyebab Keracunan Mahasiswa UNISA Saat ECE di RSJ Grhasia
BACA JUGA : RS Jiwa Grhasia Klarifikasi Dugaan Keracunan Mahasiswa UNISA, Penyebab Masih Diselidiki
Selain itu, kampus telah menemui korban secara langsung dan memfasilitasi pendampingan psikologis, dukungan kesehatan fisik, serta pendampingan lanjutan agar korban merasa aman. UNISA Yogyakarta menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan berkeadaban serta tidak menoleransi segala bentuk kekerasan.
“Sebagai langkah penguatan, kampus juga akan melakukan evaluasi internal serta meningkatkan edukasi relasi sehat dan mekanisme pelaporan yang mudah diakses bagi seluruh sivitas akademika,” tandasnya.
Sebelumnya, dugaan kasus kekerasan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial Facebook. Sebuah unggahan dari akun bernama Agi Kristianto menyebut adanya dugaan penganiayaan terhadap anggota keluarganya oleh pasangan yang disebut satu kampus di Yogyakarta. Unggahan tersebut mendapat ribuan komentar dan memicu perhatian publik.