BACA JUGA : Dishub Sleman Terapkan Pengawasan Ketat Bus Wisata Sekolah, Liburan Aman dengan Data Real-Time
Ia mengatakan kondisi jalan yang lengkap dan terang akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan perilaku tertib dari pengguna jalan.
“Faktor lainnya juga adalah kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan. Misalnya, ada lampu terang, rambu lengkap, APILL ada, jalannya halus, markanya ada, tapi masyarakatnya tidak tertib, ya sama saja bohong,” jelasnya.
Menurutnya, dua aspek paling pokok dalam keselamatan lalu lintas adalah ketersediaan perlengkapan jalan dan kesadaran masyarakat.
“Karena dua hal itu adalah yang paling pokok, di samping pembangunan jalan, yaitu perlengkapan jalan dan kesadaran masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga menyinggung kondisi data kebutuhan LPJU di Bantul yang dinilai sudah perlu diperbarui. Ia menyebut, saat ini jumlah LPJU yang tercatat berada di kisaran 13 ribu titik dan hanya mengalami kenaikan di angka ratusan.
“LPJU kita sekitar 13 ribu, paling naik di angka ratusan. Nah, ini yang perlu segera kita perbarui, karena ini data kebutuhan LPJU,” sebutnya.
BACA JUGA : Dishub Bantul Perketat Ramp Check dan Pengamanan Titik Keramaian Jelang Tahun Baru
BACA JUGA : Soal JLFR, Dishub Jogja Minta Pesepeda Hormati Pengguna Jalan Lain
Ia menambahkan, data kebutuhan tersebut merupakan catatan lama yang disusun sebelum dirinya menjabat.
“Jadi, apa namanya, daerah yang dibutuhkan itu, menurut cerita, karena saya belum dua tahun di sini, dulu pernah ada data kebutuhan LPJU,” tambahnya.
Pembaruan data ini menjadi langkah penting agar perencanaan pemasangan dan perbaikan LPJU dapat lebih tepat sasaran, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan tinggi.
Dengan begitu, upaya peningkatan keselamatan lalu lintas di Bantul diharapkan bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.