BPBD Sleman Imbau Warga Waspada Cuaca Tak Menentu

BPBD Sleman Imbau Warga Waspada Cuaca Tak Menentu

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Raden Haris Martapa memberikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca yang masih tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Raden Haris Martapa, mengatakan kondisi cuaca di wilayah Sleman saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer yang menyebabkan perubahan cuaca secara cepat, mulai dari langit mendung hingga hujan deras yang disertai angin kencang.

“Kondisi tersebut menyebabkan cuaca menjadi tidak menentu, seperti mendung, angin kencang, hingga hujan deras,” katanya, Sabtu (7/3/2026). 

Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi hujan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko yang dapat muncul akibat cuaca ekstrem.

Selain faktor cuaca, BPBD Sleman juga menyoroti kondisi lingkungan di sekitar permukiman warga yang berpotensi memicu bencana, salah satunya adalah banyaknya pohon dengan cabang yang sudah terlalu rimbun dan belum dipangkas.

BACA JUGA : Sleman Perkuat UMKM Jelang Lebaran, Pelaku Usaha Tembus 110 Ribu

BACA JUGA : Sleman Siaga Lebaran 2026, 1.400 Personel Disiapkan, Harga Bahan Pokok dan Arus Mudik Diawasi

“Kami juga melihat masih banyak pohon di sekitar permukiman yang seharusnya sudah perlu dipangkas atau dikurangi cabangnya. Kami mengingatkan masyarakat untuk mulai melakukan perawatan pohon tersebut agar tidak berpotensi membahayakan ketika terjadi angin kencang,” ujarnya.

Menurutnya, pohon yang terlalu rimbun atau sudah tua berisiko tumbang ketika diterpa angin kencang dan hujan deras. 

Kondisi tersebut dapat mengancam keselamatan warga maupun merusak fasilitas di sekitar permukiman.

Selain persoalan pohon, BPBD Sleman juga menemukan masih banyak saluran air atau selokan yang tersumbat di sejumlah titik.

Penyumbatan tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko genangan hingga banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi turun.

“Kemudian saluran air atau selokan juga masih banyak yang tersumbat, termasuk yang terakhir kami temukan di beberapa titik yang mengalami penyumbatan,” jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: