“Kalau super flu itu penyebabnya influenza A tipe H3N2, sedangkan COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2. Keluarganya berbeda,” terangnya.
Ia menambahkan, influenza A hanya menyerang saluran pernapasan bagian atas, seperti hidung dan tenggorokan, dan tidak sampai masuk ke paru-paru atau alveolus.
“Berbeda dengan COVID-19 yang menyerang sampai ke paru-paru dan bisa menyebabkan gangguan pernapasan berat,” tuturnya.
BACA JUGA : Waspada Penyakit Musim Hujan, Kasus Influenza dan Leptospirosis Naik di Yogyakarta
BACA JUGA : Hasil Lab Keracunan Mahasiswa Ditunggu 7 Hari, Dinkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
Anak dan Kelompok Rentan Lebih Mudah Tertular
Dr. Lana menyebutkan, kelompok yang paling mudah tertular influenza adalah anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, kanker, atau gangguan kekebalan tubuh.
“Kalau anak-anak sakit, sebaiknya diistirahatkan di rumah dan tidak masuk sekolah dulu agar tidak menularkan ke teman-temannya,” imbaunya.
Dinkes Imbau Warga Tidak Panik
Terkait adanya satu kasus influenza A H3N2 yang sempat terdeteksi di DIY pada September 2025, dr. Lana memastikan kondisi Kota Yogyakarta saat ini terkendali dan tidak ada lonjakan kasus yang mengarah pada kejadian luar biasa (KLB).
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun waspada dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker saat sakit atau berada di kerumunan, menjaga asupan gizi seimbang, dan cukup istirahat.
“Kami berharap informasi ini bisa menenangkan masyarakat. Tidak perlu panik, tetapi tetap waspada. Kalau sakit, sebaiknya berobat dan istirahat di rumah,” pungkasnya.