Kampung Nelayan Bantul Jadi Model Ekonomi Pesisir Berbasis Koperasi

Jumat 02-01-2026,13:05 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

Ia mengatakan bahwa perluasan kawasan kampung nelayan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil evaluasi penyelenggaraan di lokasi yang sudah lebih dulu berjalan. 

Pengelolaan kawasan nantinya akan berada dalam satu manajemen bersama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Poncosari.

“Ke depan, kami juga akan mengusulkan pengembangan kampung nelayan di sisi timur, setelah kami melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan program yang sudah berjalan. Nantinya, pengelolaan kampung nelayan ini akan berada dalam satu manajemen bersama Koperasi Desa Merah Putih Poncosari,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan koperasi memungkinkan manfaat pengelolaan kawasan dirasakan secara lebih adil oleh seluruh pihak.

BACA JUGA : Pariwisata Menggeliat, Warga Tertekan? Ini Catatan Sosiolog UGM soal Nataru di Jogja

BACA JUGA : Hari Pertama 2026, Daop 6 Yogyakarta Catat Kenaikan Penumpang 10 Persen

Skema yang tengah disiapkan mencakup opsi pembayaran jasa, retribusi, sewa, maupun kerja sama bagi hasil yang dirancang transparan dan akuntabel.

“Dengan model tersebut, KDMP ikut memperoleh manfaat dari pengelolaan kampung nelayan. Sistemnya dapat berupa pembayaran jasa, retribusi, sewa, atau kerja sama bagi hasil, semua sedang dirancang agar berjalan adil dan transparan. KDMP diuntungkan, nelayan juga diuntungkan karena mendapat dukungan fasilitas,” jelasnya.

Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memberi keuntungan bagi seluruh pemangku kepentingan. 

Apabila terbukti efektif, model manajemen kolektif tersebut dinilai layak direplikasi di wilayah pesisir lain yang memiliki karakter serupa.

“Kerja sama ini diharapkan membuat aktivitas nelayan lebih produktif dan memberi keuntungan bagi semua pihak. Jika hasilnya positif, model ini dapat menjadi contoh untuk pengembangan kampung nelayan di wilayah lain. Saat ini kami masih dalam tahap evaluasi, karena ini merupakan pengalaman pertama kami mengelola kampung nelayan. Namun, kami optimistis karena potensi yang ada sangat besar dan dapat terus digarap,” imbuhnya.

BACA JUGA : Tahun Baru 2026, Sekda DIY Ajak Warga Jogja Hentikan Petasan dan Kembang Api

BACA JUGA : Pemkot Sosialisasikan UMK 2026, Pengusaha Jogja Diminta Patuhi Ketentuan

Dengan pendekatan berbasis koperasi dan evaluasi berkelanjutan, pemerintah daerah menargetkan kampung nelayan Bantul tumbuh sebagai rujukan pengelolaan kawasan pesisir yang inklusif, transparan, dan berdaya saing.

Kategori :