KKP Target Januari, Kampung Nelayan Bantul Siap Jadi Ekosistem Perikanan Terpadu

KKP Target Januari, Kampung Nelayan Bantul Siap Jadi Ekosistem Perikanan Terpadu

Suasana kampung nelayan Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, Jumat (2/1/2025)--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

BANTUL, diswayjogja.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan program pengembangan kampung nelayan yang saat ini tengah dibangun di berbagai daerah dapat segera berjalan efektif mulai Januari. 

Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menumbuhkan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir secara lebih luas.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan pembangunan di sejumlah wilayah sebagai bagian dari percepatan implementasi program strategis sektor perikanan.

"Kami memantau progres pembangunan di berbagai daerah. Kemarin kami melihat perkembangan di Tegal, hari ini di sini, sebelumnya di Purworejo, kemudian di Pati dan Jepara. Nantinya kami juga akan meninjau lokasi di Nusa Tenggara untuk melihat kondisi dan objek kegiatannya seperti apa,” katanya, Jumat (2/1/2025). 

Ia menjelaskan, target utama pemerintah adalah memastikan seluruh fasilitas dan dukungan program dapat segera beroperasi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. 

BACA JUGA : Menteri PPPA Soroti Layanan Aman Perempuan dan Anak di Kereta Api Yogyakarta

BACA JUGA : Menteri PPPA Pastikan Bantuan Khusus Perempuan dan Anak di Lokasi Bencana Sumatra Mulai Terpenuhi

Pengalaman di sejumlah daerah sebelumnya menunjukkan bahwa pendekatan pengembangan kawasan nelayan mampu mendorong peningkatan produktivitas secara signifikan.

“Target kami, pada Januari ini seluruh program sudah bisa berjalan dan memberi dampak nyata. Model pengembangan yang dilakukan di sini sebenarnya sama seperti yang kami bangun sekitar 18 bulan lalu di Juwana. Hasilnya cukup baik, produktivitas meningkat hingga sekitar 124 persen, dan nilai simpanan nelayan juga naik signifikan,” ucapnya.

Menurutnya, keberhasilan model tersebut diharapkan dapat direplikasi di daerah lain, termasuk di kawasan pesisir selatan Bantul.

Dengan dukungan fasilitas, kelembagaan, dan pengelolaan yang terarah, pemerintah menilai kampung nelayan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi lokal.

“Karena itu, kami berharap program di sini dapat menumbuhkan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas. Terkait rangsangan ekonomi, setelah seluruh fasilitas ini selesai, kampung nelayan diharapkan benar-benar hidup,” tuturnya.

BACA JUGA : Ketua KPK Setyo Budiyanto: Gerakan Nasional SDA Butuh Kolaborasi Publik, Seniman dan Kementerian

BACA JUGA : Kabar Menggembirakan!! Menteri PKP–PWI Fasilitasi 5.000 Rumah Bersubsidi Bagi Wartawan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: