Magnet Tradisi dari Beji Sleman, Rahasia 17 Lipatan dan Filosofi Blangkon

Kamis 01-01-2026,19:37 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

BACA JUGA : Tutup Tahun dengan Kemenangan Besar, Ansyari Lubis Puji Permainan Kolektif PSS Sleman

BACA JUGA : Empat Gol Tanpa Balas, PSS Sleman Perkasa Hadapi Persipal Palu

Baginya, angka lima bukan sekadar pola estetika, melainkan pengingat pada prinsip dasar dalam ajaran Islam. 

“Lima ini merujuk ke Rukun Islam,” tandasnya.

Di sela proses pengerjaan, ia menunjukkan bagian lain yang disebut sebagai kuping, detail kecil yang memastikan blangkon nyaman dikenakan.

Sementara di bagian dalam, jumlah lipatan lebih rumit, mencapai ratusan. 

Setiap lapisan dikerjakan tanpa tergesa, memastikan bentuknya tetap kokoh dan proporsional.

BACA JUGA : Laga Perdana Putaran Kedua, PSS Sleman Wajib Menang Kontra Persipal Palu

BACA JUGA : Sleman Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan Tahun Baru, BBM dan LPG Aman hingga 2026

Filosofi angka, detail lipatan, hingga struktur di balik kain lurik menjadikan blangkon bukan sekadar aksesori busana. 

Ia hadir sebagai penanda identitas, memancarkan nilai kesederhanaan sekaligus ketekunan. 

Di tengah gempuran produksi massal, blangkon buatan tangan tetap memiliki daya tarik sendiri, magnet tradisi yang membuat orang kembali menoleh pada kerja sunyi para perajin.

Generasi muda masih kerap datang untuk belajar atau sekadar menyaksikan proses pembuatan. 

Di ruang kecil itu, tradisi tidak hanya diwariskan lewat kata-kata, tetapi melalui gerak tangan, hitungan lipatan, dan kesabaran yang terus dilatih.

BACA JUGA : Generasi Muda Sleman Jadi Garda Terdepan Pelestarian Budaya, Dari Anak-Anak Hingga Komunitas Lokal

BACA JUGA : BPBD Sleman Ingatkan Wisatawan Merapi: Waspada, Tetap Pantau Aktivitas Vulkanik

Kategori :