YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Ketua DPRD DIY Nuryadi angkat bicara soal kasus keracunan makanan siap saji dalam program Makanan Bergizi untuk Anak Sekolah (MBG) yang terjadi di sejumlah wilayah DIY.
Setidaknya telah terjadi tiga kasus keracunan dalam beberapa bulan terakhir, yakni di Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Sleman.
Menurut Nuryadi, sebagai bagian dari sistem pemerintahan negara kesatuan, keputusan pusat tidak bisa ditolak oleh daerah.
Namun demikian, dia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pelaksanaan program, agar tidak justru membebani masyarakat.
BACA JUGA : Sri Sultan Soroti Kasus Keracunan MBG di DIY, Minta Pengawasan Dapur Ditingkatkan
BACA JUGA : Kemasan MBG Sleman Dipastikan Aman, Dinkes Ingatkan Risiko Jika Air Tak Bersih
"Kita ini kan bagian dari NKRI. Apapun yang diputuskan pemerintah pusat tidak mungkin kita tolak. Tapi kita minta agar kehati-hatian, kebersihan, dan kualitasnya ditingkatkan. Jangan sampai justru membuat masyarakat menderita," ujar Nuryadi ditemui di kompleks DPRD DIY, Jumat (19/9/2025).
Nuryadi mengakui bahwa peran pengawasan dari DPRD DIY terhadap program MBG masih terbatas karena belum ada mekanisme atau koordinasi langsung dari pusat maupun pemerintah daerah.
Namun, pihaknya siap memperkuat fungsi pengawasan ke depan, terutama melalui komisi terkait di DPRD.
"Kami belum melihat seperti apa keterlibatan pemerintah provinsi secara penuh. Begitu ada kejelasan, baru kami bisa ambil sikap kelembagaan. Yang pasti, ruang pengawasan kami akan kami gandakan, karena kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang," katanya.
BACA JUGA : Begini Tanggapan BGN, Soal Surat Pernyataan MTSN 2 Brebes Wali Murid Dilarang Menggugat Jika Keracunan MBG
BACA JUGA : Tiga Kali Kasus Keracunan MBG di Sleman, Bupati: SOP Harus Tegas dan Transparan
Nuryadi juga menyoroti pentingnya kualitas dan kebersihan makanan dalam program MBG.
Dia menekankan bahwa pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian makanan kepada anak-anak harus memenuhi standar keamanan pangan.
"Bukan hanya soal gizi, tapi juga soal waktu antara masak dan konsumsi, serta kebersihannya. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai yang disajikan justru membahayakan," terangnya.