Lewat Karya Fotografi hingga Film Pendek, Mahasiswa Unisa Yogyakarta Kritik Program MBG
Pameran Galaksi Volume 5 yang digelar mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menghadirkan kritik kreatif terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui karya fotografi, majalah, dan film pendek.--dok. Unisa Jogja
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar Pameran Galaksi (Gala Aksi Karya Mahasiswa Komunikasi) Volume 5 di Gedung Social Militaire, Taman Budaya Yogyakarta.
Pameran tahunan ini mengangkat tema besar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tajuk Gastronomi. Ajang Galaksi merupakan festival tahunan yang digelar sebagai penutup rangkaian Ujian Akhir Semester. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memamerkan berbagai karya tugas akhir, mulai dari fotografi, majalah, hingga film pendek.
Ketua Panitia Galaksi Vol. 5, Ilyas Abdurrahman, menjelaskan bahwa tema MBG diimplementasikan melalui konsep gastronomi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gastronomi diartikan sebagai seni menyiapkan hidangan lezat atau tata boga.
“Gastronomi, ringkasnya, adalah makanan yang awalnya disiapkan dengan bahan sederhana, namun kemudian dapat dikemas menjadi sajian yang mewah. Tema ini kami angkat karena memiliki korelasi dengan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Ilyas dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).
BACA JUGA : Kritik Menu MBG Muncul, BGN Tegaskan Tak Ada Paksaan Anak Masuk Sekolah Saat Libur
BACA JUGA : BGN dan Sri Sultan Bahas Lumbung Mataram untuk Jamin Bahan Baku MBG
Menurutnya, Program MBG sebagai salah satu program unggulan pemerintah tidak terlepas dari berbagai kekurangan yang perlu dikritisi. Sejumlah persoalan yang diangkat mahasiswa antara lain masalah gizi, tata kelola, kasus keracunan, hingga persoalan lain dalam implementasi program.
“Secara esensi, ada banyak sisi yang diangkat mahasiswa. Teman-teman melihat secara luas dan menghubungkan dengan berbagai isu, seperti PHK, keracunan, hingga dampak efisiensi anggaran pemerintah. Meskipun begitu, ada juga karya yang menampilkan sisi positif program MBG. Namun, sebagai mahasiswa penerus kepemimpinan, kita tetap harus mengkritisi setiap program pemerintah,” tambahnya.
Galaksi Vol. 5 menampilkan beragam karya mahasiswa Ilmu Komunikasi Unisa Yogyakarta. Kegiatan diawali dengan pameran fotografi karya mahasiswa angkatan 2025. Sebanyak 16 kelompok memamerkan karya foto dengan fokus pada produk makanan bergizi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan peluncuran majalah mahasiswa Com.23 Magazine, yang dirangkai dengan bedah majalah dan workshop jurnalistik. Majalah ini merupakan karya jurnalistik indepth reporting mahasiswa angkatan 2023 yang mengulas berbagai isu seputar pelaksanaan program MBG.
BACA JUGA : Tiga Alasan Utama Muhammadiyah Dukung Program MBG, Perbaiki Gizi Nasional Lewat SPPG ‘Aisyiyah
BACA JUGA : Program MBG Dievaluasi, BGN Tutup SPPG Tak Penuhi Standar di Yogyakarta
Sejumlah topik yang diangkat meliputi tergerusnya usaha kantin sekolah akibat MBG, upaya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjaga kualitas makanan, pengelolaan sampah makanan MBG, hingga berbagai kekhawatiran publik terhadap pelaksanaan program tersebut.
Sebagai acara puncak, Galaksi Vol. 5 menayangkan sembilan film pendek karya mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024. Film-film tersebut mengulas berbagai sisi program MBG dengan pendekatan kreatif dan beragam genre, mulai dari drama, horor, hingga komedi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: