YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Masa liburan sekolah telah usai, di mana Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikunjungi para wisatawan yang dari sejumlah daerah.
Kunjungan wisatawan juga mempengaruhi tingkat hunian sektor penginapan di sejumlah lokasi di Kota Yogyakarta, termasuk diantaranya Indies Style Hotel Malioboro. Direktur PT Accola Hotel Indonesia, Haryadi, menyebutkan tingkat hunian di salah satu lini penginapan di Yogyakarta, yakni Indies Style Hotel Malioboro, mencapai 90 persen. "Alhamdulillah, dari empat properti kita semuanya bagus, hampir 90 persen sampai pekan ini," ungkap Haryadi dalam keterangannya, Selasa (15/7/2025) malam. BACA JUGA : Ada Lima Lokasi Wisata Favorit, Sebanyak 4,4 Juta Wisatawan Kunjungi Sleman di Semester Awal 2025 BACA JUGA : Paling Banyak Wisatawan, Seribuan Orang Langgar Merokok di Kawasan Malioboro Sementara untuk dua properti lainnya yakni Indies Heritage dan Indies Leaf Jimbaran diprediksi okupansi masih tinggi hingga bulan September mendatang. "Indies Heritage dan The Leaf Indies Jimbaran, kebetulan ini high season untuk bule. Jadi mulai bulan ini, Juli, Agustus, dan September itu high season untuk bule, untuk tamu asing," katanya. Haryadi menuturkan Yogyakarta masih memiliki potensi pariwisata yang menjanjikan, di mana sjeumlah lokasi wisata dari individu maupun grup bisa mengunjungi obyek wisata itu. Bahkan, pihaknya bekerja sama dengan Association Of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) untuk mendapatkan program dan paket pariwisata di Yogyakarta. BACA JUGA : Dukung Moratorium Hotel di Kawasan Sumbu Filosofis Yogyakarta, PHRI DIY Minta Tertibkan Penginapan Ilegal BACA JUGA : 19 Hotelier di Kota Tegal Ikuti Uji Kompetensi Profesi Perhotelan "Jadi, kalau untuk program pariwisata sendiri, nanti kita akan bekerjasama seperti ASITA, yang membawa travel agent yang seluruh Indonesia, terutama di Jogja, yang menyangkut dengan rebranding di hotel kita sekarang ini," jelasnya. Sementara Corporate General Manager, Theofillus Ari Rachmanto, mengatakan sebagai wajah baru penginapan di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Indies Style Malioboro ingin melebarkan sayap di chain hotel lokal. "Tujuan pertamanya adalah kita melebarkan sayap di chain hotel lokal, terutama untuk Indonesia dulu. Tadinya kita baru punya tiga unit, tapi dengan nama beda-beda. Akhirnya kita punya ide untuk menyamakan nama, jadilah akhirnya menjadi Indies," terangnya. Perubahan branding tersebut juga untuk berpartisipasi membangun negeri dengan chain hotel Indonesia. Namun, pihaknya memastikan tetap memiliki segmen yang berbeda. Termasuk diantaranya menyasar segmen MICE (Meetings, Incentives, Conference, and Exhibitions). BACA JUGA : Berikan Ruang Bagi Perokok, Ini 17 Tempat Khusus Merokok di Kawasan Malioboro BACA JUGA : Dimulai dari Plaza Malioboro, Pekan Ini Pemkot Yogyakarta Targetkan Verifikasi 20 Tempat Khusus Merokok "Untuk Jogja yang Indies Style Malioboro, kita sama marketnya. Jadi market pelajar, kemudian market grup-grup yang besar, bisa tiga orang, empat orang, maksimal lima orang. Tapi kalau Indies Malioboro lebih segmennya, bule juga ada," imbuhnya. Diketahui, Indies Style Malioboro memiliki unit kamar tipe deluxe, yakni deluxe double berjumlah 48 kamar dan deluxe twin berjumlah 58 kamar, dengan tarif per malam mulai Rp450 ribu. Sebelumnya, gedung berlantai lima ini bernama Zest Hotel, yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Pakualaman, Kota Yogyakarta.Masa Liburan Sekolah, Okupansi Indies Style Malioboro Capai 90 Persen
Rabu 16-07-2025,17:06 WIB
Editor : Syamsul Falaq
Kategori :